ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN YANG GO PUBLIC PADA BEJ

Rosidah Hidayati

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kinerja keuangan perusahan industri makanan dan minuman yang go public pada BEJ dengan menggunakan analisis rasio keuangan,. Analisis Rasio Keuangan dan Menentukan Perhitungan Skala Rasio Keuangan pada 7 perusahaan Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta, yaitu Ades Alfindo Putra Setia, Aqua Golden Missisipi, Cahaya Kalbar, Prasidha Aneka Niaga, Indofood Sukses Makmur, Mayora Indah, Siantar Top . Dalam penelitian ini penulis mengadakan analisis terhadap laporan keuangan yang diperoleh dari pojok Bursa Efek Jakarta Universitas Muhammadiyah Malang.
Data-data yang digunakan diperoleh dengan mengambil dan mengumpulkan dokumen dari ketujuh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Dokumen yang dikumpulkan berupa data laporan keuangan, yaitu Neraca dan Laba-rugi tahun 2001 ? 2003. Laporan keuangan tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis Rasio Keuangan dan Perhitungan Skala Rasio Keuangan.
Hasil perhitungan dengan menggunakan Rasio Keuangan dan Perhitungan Skala Rasio Keuangan diperoleh informasi ratio likuiditas untuk Perusahaan Makanan dan Minuman yang Go Publik, PT. Davomas memiliki kinerja yang paling bagus dan mampu memenuhi hutang jangka pendeknya, hal ini dilihat dari Ratio likuditas yaitu Current rasio, cash rasio dan Quick rasio tiga tahun berturut-turut yaitu tahun 2001 dan 2003 berada di atas rata-rata industri seluruh industri makanan dan minuman. Sedangkan ditinjau dari Rasio profitabilitas pada Gross profit margin tahun 2001-2003 diduduki PT. Ades dengan nilai rasio sebesar 35.01 pada tahun 2001, 35.2 % pada tahun 2002 dan 36.72 % pada tahun 2003. Sedangkan ROI diduduki oleh perusahaan Prasidha dan Aqua dengan nilai ROI PT. Prasidha sebesar 51,7 % pada tahun 2001, PT. Aqua sebesar 12,2 % pada tahun 2002 dan sebesar 468.44 % untuk tahun 2003 sedangkan ditinjau dari rasio Solvabilitas pada rasio TDER dari tahun 2001-2003 menunjukkan bahwa PT. Prasidha dan Indofood memiliki nilai rasio ini diatas rata-rata industri yaitu sebesar 838,09 % pada tahun 2001, sebesar 984,67 pada tahun 2002 dan 257,76 pada tahun 2003%. Sedangka rasio TDER dari tahun 2001-2003 menunjukkan bahwa PT. Prasidha memiliki nilai rasio ini diatas rata-rata industri yaitu sebesar 321,69 % pada tahun 2001, sebesar 515,12 % pada tahun 2002 dan 149,67 pada tahun 2003%
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang diberikan kepada perusahaan tersebut adalah : perusahaan hendaknya meningkatkan kinerja keuangannya, serta lebih memperhatikan kebijaksanaan struktur modalnya. Perusahaan perlu menyiapkan perencanaan bisnis yang baik atau investasi jangka pendek maupun menengah, sebaiknya mempertimbangkan penggunaan hutang untuk memenuhi kebutuhan finansialnya demi menghindari biaya bunga yang tinggi. Sebab dengan menghindari hutang tersebut akan dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan yang tentunya lebih jauh akan mempengaruhi pendapatan per lembar saham. Bagi investor sebelum berinvestasi hendaknya lebih mempertimbangkan kinerja perusahaan karena dengan kinerja yang baik perusahaan akan memberikan nilai lebih dan deviden yang tinggi. Dengan demikian pengembalian yang diharapkan setiap investor dapat terpenuhi.

 

Keyword : KINERJA KEUANGAN, GO PUBLIC, BEJ

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/226/jiptummpp-gdl-s1-2007-rosidahhid-11254-1.+Penda-n.PDF


Keywords


KINERJA KEUANGAN; GO PUBLIC; BEJ