ANALISIS KOMPARATIF KEMAMPUAN KEUANGAN JIKA DIUKUR DENGAN MENGGUNAKAN ANALISA RASIO PADA PERUSAHAAN ROKOK YANG LISTING DI BURSA EFEK JAKARTA

Rochadi Kohar

Abstract


Keberadaan industri rokok di Indonesia memang dilematis. Di satu sisi ia diharapkan menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi pemerintah karena cukai rokok diakui mempunyai peranan penting dalam penerimaan negara. Namun di sisi lainnya dikampanyekan untuk dihindari karena alasan kesehatan. Peranan industri rokok dalam perekonomian Indonesia saat ini terlihat semakin besar, selain sebagai motor penggerak ekonomi juga menyerap banyak tenaga kerja. Dalam 10 tahun terakhir industri rokok di Indonesia mengalami pertumbuhan fenomenal. Resesi ekonomi yang dimulai dengan krisis moneter sejak Juli 1997 tidak terlalu berpengaruh dalam kegiatan industri tersebut. Pada tahun 1997 yang merupakan awal dari krisis ekonomi penerimaan cukai negara dari industri rokok menjadi Rp 4,792 triliun dan tahun 1998 melonjak lagi menjadi Rp 7,391 triliun. Dalam industri rokok, dominasi dari para pelaku utama bisnis ini sudah cukup dikenal. Pada tahun 1999, 2000, 2001 ternyata 3 perusahaan rokok, yaitu PT.Gudang Garam Tbk, PT. HM Sampoerna Tbk dan PT. Djarum, selalu masuk dalam jajaran ?Sepuluh Besar Perusahaan Terbaik? di antara 200 Top Companies di Asia yang disusun peringkatnya oleh majalah Far Eastern Economic Review (FEER)
2 Pada dasarnya suatu perusahaan didirikan untuk mendapatkan keuntungan, selain itu perusahaan perlu juga menjaga kelangsungan hidup dan tanggung jawab sosial. Dalam rangka usaha mencapai tujuan ini, suatu perusahaan perlu mengelola sumber daya yang dimilikinya dengan baik, yaitu dengan mengadakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian, baik yang bersifat jangka panjang maupun jangka pendek. Perusahaan-perusahaan yang berskala besar atau berskala kecil, baik yang bersifat profit oriented maupun nonprofit oriented akan selalu memperhatikan masalah keuangan. Masalah keuangan yang dihadapi perusahaan dibedakan antara kepentingan pemenuhan dana dan keputusan investasi. Keputusan pertama adalah pemenuhan dana yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh dana dengan komposisi sumber pembiayaan yang menguntungkan untuk membiayai kegiatan perusahaan. Keputusan yang kedua adalah keputusan investasi yang berhubungan dengan keputusan alokasi dana, baik investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang. Untuk menilai tingkat leverage dan likuiditas perusahaan, dapat dilihat pada laporan keuangan yang dikeluarkan perusahaan bersangkutan. Laporan keuangan masih perlu dianalisis untuk dapat digunakan sesuai kebutuhan pemakai laporan keuangan. Para pemakai laporan keuangan adalah pihak-pihak yang berkepentingan langsung terhadap kondisi perusahaan. Misalnya pihak kreditur yang merasa kepentingan terhadap kemampuan suatu perusahaan untuk melunasi semua kewajiban sesuai jatuh temponya.
3 Berbagai alat analisis dapat dipergunakan untuk mengolah laporan keuangan. Alat analisis tersebut dapat berbentuk analisis common size, rasio indeks, rasio du pont system maupun rasio keuangan, meskipun demikian secara umum dapat dianalisis aspek leverage, likuiditas, profitabilitas, aktivitas dan rasio pasar. Rasio-rasio keuangan yang dihitung dapat dibandingkan dengan rasio-rasio tahun lalu maupun dengan perusahaan-perusahaan sejenis. Disamping itu juga dapat dibandingkan dengan kebijakan leverage dan likuiditas yang dirumuskan oleh perusahaan. Dengan membandingkan tingkat rasio perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain yang sejenis atau dari beberapa periode akan dapat mengetahui kelemahan-kelemahan perusahaan. Sehingga akan mendorong perusahaan untuk melaksanakan koreksi terhadap kebijakan leverage dan likuiditas yang diterapkan perusahaan.

 

Keyword : KOMPARATIF KEMAMPUAN KEUANGAN

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/228/jiptummpp-gdl-s1-2007-gtergtwege-11398-Pendahul-n.pdf


Keywords


KOMPARATIF KEMAMPUAN KEUANGAN