PENERAPAN MODEL INDEKS TUNGGAL DALAM PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL PADA SAHAMSAHAM PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGE YANG TERCATAT DI BEJ

SITI HARTATIK

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis saham apa saja yang terbentuk dalam portofolio optimal, untuk mengetahui besarnya proporsi masing-masing saham yang masuk dalam portofolio optimal, dan untuk mengetahui besarnya tingkat return yang diharapkan dan tingkat risiko portofolio saham yang terbentuk dalam portofolio optimal.
Alat analisis yang digunakan adalah model indeks tunggal dengan bantuan program komputer microsoft excell. Penentuan saham yang masuk ke dalam kandidat portofolio optimal didasarkan pada sebuah angka yaitu rasio antara ekses return dengan beta (ERB). Saham-saham yang membentuk portofolio optimal adalah saham yang mempunyai nilai ERB lebih besar atau sama dengan nilai ERB di titik C* (nilai Ci dimana nilai ERB terakhir kali masih lebih besar dari nilai Ci).
Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 20 saham Perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di BEJ pada tahun 2005, terdapat 5 saham yang terbentuk dalam portofolio optimal. Saham-saham tersebut adalah SKLT dengan proporsi 83,69%, AISA dengan proporsi 1,26%, STTP dengan proporsi 14,49%, PSDN dengan proporsi 0,39%, dan SMAR dengan proporsi 0,16%. Return portofolio yang diharapkan dari portofolio optimal sebesar -0,01014 dan tingkat risiko portofolio sebesar 0,00047.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2005 investasi di sektor food and beverage kurang menguntungkan. Agar investor dapat memperoleh keuntungan yang maksimal, sebaiknya investasi dilakukan tidak hanya pada satu saham atau satu sektor saja.

 

Keyword : INDEKS TUNGGAL

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/196/jiptummpp-gdl-s1-2007-sitihartat-9785-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


INDEKS TUNGGAL