PENGARUH EARNINGS MANAGEMENT TERHADAP KUALITAS PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG LISTING DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)

Fajar Palupi

Abstract


Pasar modal sebagai lembaga pemupukan modal dan perputaran dana yang dapat mendukung perkembangan ekonomi. Dimana dalam pasar modal terdapat pengalokasian dana dari sektor yang kurang produktif ke sektor yang lebih produktif. Pasar modal dapat memperkokoh struktur permodalan di dunia usaha, karena dunia usaha dapat mengatur kombinasi sumber pembiayaan sedemikian rupa, sehingga mencerminkan paduan sumber pembiayaan jangka panjang dan jangka pendek (Jusuf, 2002 dalam Saeful, 2004).
Dalam suatu mekanisme pasar haruslah terdapat keseimbangan informasi. Keseimbangan informasi tercipta untuk melindungi kedua belah pihak. Pihak yang kelebihan dana atau surplus dan pihak yang kekurangan dana atau defisit. Dengan penyampaian informasi yang lengkap dan benar, maka investor memahami secara keseluruhan terutama aspek keuangan serta aktivitas di bursa efek.
Laporan keuangan merupakan alat komunikasi utama dalam penyampaian laba atau informasi keuangan lainnya kepada pihak-pihak di luar perusahaan. Laporan keuangan dijadikan acuan informasi dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh investor dan kreditor atas investasi dana mereka. Dasar akrual dipilih dalam penyusunan laporan keuangan, karena lebih rasional dan memberi keleluasaan bagi pihak manajemen dalam memilih metode akuntansi selama tidak menyimpang dari Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku.
Fakta di lapangan menunjukkan pengguna informasi keuangan hanya tertuju pada informasi laba yang dihasilkan tanpa memperhatikan bagaimana laba tersebut dihasilkan. Hal ini mendorong pihak manajemen melakukan pilihan atas metode akuntansi untuk tujuan tertentu berupa tindakan-tindakan atas laba (earnings management).
Apabila dalam suatu kondisi pihak manajemen tidak berhasil mencapai target laba yang direncanakan, maka pihak manajemen akan melakukan modifiksi atas laba yang di laporkan sesuai yang diperbolehkan oleh SAK dalam penyusunan laporan keuangan. Adanya motivasi ingin menunjukkan kinerja yang baik dalam menghasilkan nilai atau profit maksimal bagi perusahaan, ini merupakan salah satu alasan dilakukannya earnings management.
Sasaran utama dalam melakukan earnings management adalah laba dari operasional perusahaan. Ada beberapa tindakan nyata yang dilakukan dalam earnings management yaitu tindakan perataan laba dan manipulasi atas laba. Tindakan perataan atas laba cenderung dilakukan oleh perusahaan yang profitabilitasnya rendah, dan perusahaan dalam industri yang berisiko. Terdapat indikasi perataan laba dan laba operasi merupakan sasaran umum yang digunakan untuk melakukan perataan laba (Ashari et al, 1994 dalam Saeful, 2004). Tindakan manipulasi laba dilakukan karena motivasi untuk memperlihatkan kinerja yang baik.
Tingkat pengungkapan dalam laporan keuangan mempunyai pengaruh terhadap tingkat asimetri informasi. Prospektus atas perusahaan merupakan sumber informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan atas investasi. Prospektus tersebut disiapkan oleh perusahaan untuk keperluan registrasi dan didistribusikan kepada publik (Francis, 1993:154) dan didistribusikan untuk setiap investor (Jones, 2000:75). Peningkatan nilai sebuah perusahaan melalui pengungkapan informasi tambahan dalam laporan keuangan, namun dengan pengungkapan secara lebih rinci maka akan memperkecil peluang manajemen untuk melakukan earnings management. Menurut Munter (1999) dan Ketz (1999) earnings management harus dicegah, karena dapat menyesatkan keputusan investor. Sedangkan menurut Subramanyan (2005) earnings management dapat dilakukan dengan metode perataan laba (income smoothing) tidak perlu dipersoalkan. Jadi, perusahaan yang melakukan earnings management akan mengungkapkan lebih sedikit informasi dalam laporan keuangan agar tindakannya tidak mudah terdeteksi.
Perusahaan manufaktur merupakan sektor yang menjanjikan profit yang tinggi sehingga banyak investor yang ingin menanamkan sahamnya. Di tengah persaingan dalam hal pelayanan yang diberikan oleh perusahaan yang bersangkutan dengan semua produk yang dihasilkan dan keunggulan produk masing-masing. Sesuai dengan target pasar atau segmen konsumen yang dituju oleh suatu produk yang dihsilkan perusahaan. Sisi finansial patut diperhitungkan. Karena omzet penjualan yang tinggi tidak sepenuhnya menunjukkan laba yang tinggi pula.

 

Keyword : PERUSAHAAN MANUFAKTUR

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/197/jiptummpp-gdl-s1-2007-fajarpalup-9824-1.+PENDA-N.pdf


Keywords


PERUSAHAAN MANUFAKTUR