ANALISIS PENENTUAN HARGA JUAL KRIPIK TEMPE DENGAN MENGGUNAKAN METODE COST PLUS PRICING (Studi Kasus pada Home Industry Kripik Tempe Sanan Malang)

SYURAIDA SYURAIDA

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penentuan harga jual produk yang ditetapkan oleh home industry kripik tempe di Sanan Malang dan untuk mengetahui metode cost-plus pricing dengan pendekatan kontribusi (direct cost pricing) yang dapat digunakan dalam penentuan harga jual.
Dalam penetapan harga dengan metode cost plus pricing dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: menggolongkan biaya kedalam biaya tetap, biaya variable dan biaya semi variable, memisahkan biaya semi variable menjadi biaya tetap dan biaya variable, menentukan harga jual dengan metode cost plus pricing dengan pendekatan kontribusi (direct cost pricing) dan analisis komparatif.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa home industry kripik tempe Sanan Malang didalam menentukan harga jual per kilogram kripik tempe berdasarkan pada harga yang berlaku di pasar. Dengan menggunakan metode cost plus pricing dengan pendekatan kontribusi, maka harga jual perkilogramnya masing-masing home industry yang terjadi pada periode tahun 2005 adalah :
1.Home industry Pak Didi harga jual perkilogramnya rata-rata sebesar Rp 20.000, seharusnya unit usaha menetapkan harga jual sebesar Rp 17.215,65 perkilogramnya
2.Home industry Pak Joni Harga jual perkiloGramnya rata ? rata sebesar Rp 20.000, seharusnya unit usaha menetapkan harga jual sebesar Rp 15.858,17 perkilogramnya.
3.Home Industry Pak Mustaqim Harga jual perkilogramnya rata - rata sebesar Rp 21.000, seharusnya unit usaha menetapkan harga jual sebesar Rp 18.069,32 perkilogramnya.
Adapun saran yang dapat diusulkan adalah sebaiknya Tiga home industry kripik tempe yang ada di Sanan diharapkan membuat membuat laporan keuangan mengenai biaya-biaya yang dikeluarkan dalam memproduksi suatu produk. Hal ini bertujuan agar semua biaya dapat tercatat secara teratur dan sistematis. Dengan demikian unit usaha dapat menetapkan harga jual suatu produk dengan memperhitungkan biaya produksi yang telah digunakan. Home industry Kripik Tempe sebaiknya memisahkan dan menggolongkan semua biaya baik biaya variable maupun biaya tetap.

 

Keyword : Cost Plus Pricing, Akuntansi Biaya

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/194/jiptummpp-gdl-s1-2007-syuraida01-9659-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Cost Plus Pricing; Akuntansi Biaya