PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK MENGGUNAKAN PENDEKATAN VALUE FOR MONEY (STUDI KASUS PADA PEMERINTAH KOTA BLITAR)

ANGEL YUANDA

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada Pemerintahan Kota Blitar dengan judul ?Pengukuran Kinerja Organisasi Sektor Publik Menggunakan Pendekatan Value For Money?.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kinerja Pemerintah Kota Blitar jika dinilai menggunakan pendekatan Value For Money apakah kinerja di Pemerintah Kota Blitar sudah ekonomis, efisien dan efektif.
Data yang diperoleh dengan menggunakan metode dokumentasi yaitu data Ringkasan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang di peroleh dari bagian keuangan Pemerintah Kota Blitar.
Teknik analisis data yang digunakan untuk pengukuran kinerja keuangan Pemerintah Kota Blitar adalah dengan menggunakan metode Value For Money yaitu dengan menghitung rasio ekonomi, rasio efisien dan rasio efektivitas selain tiga rasio diatas juga ada rasio kemandirian daerah, rasio aktivitas, rasio pertumbuhan dan DSCR, dimana rasio ini digunakan sebagai pelengkap atas metode Value For Money.
Hasil penelitian ini dapat dikatakan ekonomis jika hasil dari perhitungannya menunjukkan kurang dari 100%, untuk rasio efisien dapat dikatakan efisien jika hasilnya menunjukkan nilai kurang dari standar (anggaran) pada tahun tersebut, sedangkan rasio efektivitas dapat dikatakan efektif jika hasil perhitungannya menunjukkan nilai lebih dari 100%. Adapun perhitungan rasio ekonomi pada tahun anggaran 2003 sampai dengan 2005 adalah sebesar 96,76%, 95,16% dan 94,62%. Perhitungan rasio efisiensi pada tahun anggaran 2002 sampai dengan 2005 masing-masing sebesar 99%,1,01% dan 98%. Sedangkan untuk rasio efektivitas pada tahun anggaran 2003 sampai denagn 2005 adalah sebesar 115,4%, 149,8% dan 126,9%.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, penulis menyimpulkan bahwa hasil perhitungan rasio ekonomi menunjukkan bahwa kinerja pemerintah kota Blitar dalam menghemat biaya sudah tercapai hal ini ditunjukkan dengan semakin berkurangnya pos-pos yang tidak ekonomis dari tahun ke tahun, selain itu hasil dari rasio ekonomi berada dibawah 100%. Hasil perhitungan rasio efisiensi menunjukkan bahwa kinerja pemerintah kota Blitar cukup efisien, hal ini bisa dilihat pada tahun 2005 yang mengalami penurunan dari tahun 2004 dan ini berarti kinerja Pemkot dalam memungut pendapatan asli daerah cukup efisien karena pada tahun 2005 tingkat pendapatan asli daerah dalam hal ini pada pos lain-lain pendapatan yang sah menurun dari tahun 2004 sebesar Rp.12.578.790.304,00 menjadi Rp.5.763.870.602,00 pada tahun 2005. Sedangkan hasil perhitungan rasio efektivitas menunjukkan bahwa kinerja pemerintah kota Blitar dalam merealisasikan PAD sudah efektif, karena rasio efektivitasnya menunjukkan hasil lebih dari 100%.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis dapat menyarankan sebaiknya pemerintah kota Blitar dapat mempertahankan tingkat ekonomi dan lebih meningkatkan tingkat efisien dan efektivitas (VFM) dalam mengelola keuangannya. Hal tersebut berguna untuk mewujudkan pemerintahan yang good governance.

 

Keyword : Publik, Kinerja, Value For Money

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/196/jiptummpp-gdl-s1-2007-angelyuand-9760-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Publik; Kinerja; Value For Money