ANALISIS REAKSI INVESTOR ATAS RIGHT ISSUE SELAMA CUM-DATE (Studi pada Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta)

Robby Helmi Salamah

Abstract


Persaingan usaha yang semakin kompetitif, menuntut manajemen perusahaan untuk melakukan upaya-upaya guna tetap menjaga eksistensi perusahaan. Upaya ini termasuk ekspansi, restrukturisasi dan lain sebagainya yang membutuhkan adanya tambahan pendanaan. Untuk perusahaan yang telah go public, ada beberapa alternatif sumber perolehan dana, diantaranya adalah melalui instrumen yang ada di pasar modal. Instrumen pasar modal pada prinsipnya adalah semua surat-surat berharga (efek) yang umum diperjualbelikan melalui pasar modal (Siamat,1995). Perolehan dana dapat dengan cara menerbitkan saham baru atau biasa disebut dengan right issue
Right issue merupakan pengeluaran saham baru dalam rangka penambahan modal perusahaan, namun terlebih dahulu ditawarkan kepada pemegang saham saat ini (existing shareholder) (Darmadji dan Fakhrudin, 2001;133). Tujuannya adalah untuk memperoleh dana tambahan dari pemodal atau masyarakat baik untuk kepentingan ekspansi, restrukturisasi dan lainnya. Adanya right issue dapat mempengaruhi kepemilikan pemegang saham lama jika tidak melakukan konversi rights-nya (dillution) dan harga saham secara teoritis akan mengalami penurunan.
Jenis penelitian yang dilakukan termasuk pada event study. Variabel yang dioperasionalkan meliputi right issue, harga saham dan abnormal return. Adapun populasi penelitian ini adalah perusahaan yang sudah go public yang terdaftar di PT. Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling, yaitu perusahaan yang melakukan right issue dalam kurun waktu 2004-2005. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan perolehan data menggunakan metode dokumentasi. Penelitian ini menganalisis perubahan harga saham sebelum dan sesudah pengumuman right issue yang ditinjau dari abnormal return dan melakukan pengujian hipotesis melalui uji beda sampel berpasangan untuk mengetahui perbedaan harga saham sebelum dan sesudah right issue.
Hasil penghitungan menunjukkan abnormal return yang cenderung negatif pada hari-hari sebelum, pada saat, dan sesudah pelaksanaan right issue. Sehingga dapat diketahui bahwa investor bereaksi negatif atas right issue yang dilakukan oleh emiten selama cum date. Adapun hasil dari penghitungan dengan uji beda sampel berpasangan menunjukkan t hitung sebesar 1.294 dengan t tabel 1.960, sedangkan tingkat signifikan hasil penghitungan sebesar 0.198 yang melebihi tingkat signifikan yang telah ditentukan yaitu sebesar 0.05. Hasil tersebut menunjukkan t hitung lebih kecil dari pada t tabel sehingga menerima Ho dan menolak Ha yang artinya tidak terdapat perbedaan harga saham yang signifikan ditinjau dari abnormal return sebelum dan sesudah rights issue.

 

Keyword : Perusahaan, go public, Right issue, Abnormal return

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/196/jiptummpp-gdl-s1-2007-robbyhelmi-9775-01+Penda-n.PDF


Keywords


Perusahaan; go public; Right issue; Abnormal return