EFEKTIFITAS PEMUNGUTAN PAJAK ?PENGAMBILAN DAN PENGOLAHAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C? SEBAGAI SUMBER PAD PADA DINAS PERTAMBANGAN KABUPATEN TUBAN

Rica Dwi Nanda

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada Dinas Pertambangan Kabupaten Tuban dengan judul ?Efektivitas Pemungutan Pajak Pengambilan dan Pengolahan Bahan Galian Golongan C sebagai Sumber PAD pada Dinas Pertambangan Kabupaten Tuban?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan, kontribusi dan efektivitas pemungutan pajak pengambilan dan pengolahan bahan galian golongan C.
Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa rasio pertumbuhan, rasio kontribusi dan rasio efektivitas. Selain mengukur efektivitas dengan menggunakan analisa rasio, efektivitas pemungutan pajak pengambilan dan pengolahan bahan galian golongan C juga akan dievaluasi dengan mempertimbangkan Kepmendagri No.43 tahun 1999.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, efektivitas pemungutan pajak pengambilan dan pengolahan bahan galian golongan C selama 5 tahun menunjukkan tingkat pencapaian target pajak melebihi 100%. Meskipun tingkat pencapaian tersebut dapat dikatakan efektif namun sebenarnya penerimaan pajak masih belum optimal. Hal ini dapat diketahui dari hasil perhitungan rasio pertumbuhan dan rasio kontribusi. Hasil analisis kedua rasio tersebut menunjukkan kecenderungan menurun. Penurunan tersebut disebabkan oleh menurunnya permintaan pasar atas bahan baku industri terutama semen. Evaluasi pemungutan pajak pengambilan dan pengolahan bahan galian golongan C secara garis besar telah sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Kepmendagri No.43 tahun 1999. Dalam pelaksanaan kegiatan pendaftaran terdapat prosedur tambahan yaitu rapat koordinasi, peninjauan lapangan serta pembayaran biaya perijinan dan jaminan reklamasi. Kegiatan pendataan belum sepenuhnya mengikuti Kepmendagri No.43 tahun 1999, karena WP tidak mengisi SPTPD melainkan hanya mengirimkan laporan produksi tambang.
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis memberikan saran agar sosialisasi Perda No. 23 tahun 2001 lebih diintensifkan kepada masyarakat terutama bagi penambang tanpa ijin (PETI) melalui program penyuluhan dan pembinaan secara berkelanjutan. Pemberlakuan sangsi yang tegas bagi wajib pajak yang sering terlambat dalam menyampaikan laporan produksi mereka. Kemudian perlu dilakukan cross-checked atas catatan-catatan dan pembukuan sampai pada pelaporan hasil pengumpulan pajak oleh staf senior secara mendadak dan acak. Serta peningkatkan kualitas aparatur pajak melalui pelatihan, studi banding atau diskusi-diskusi.

 

Keyword : Efektivitas

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/196/jiptummpp-gdl-s1-2007-ricadwinan-9776-1.+PENDA-N.pdf


Keywords


Efektivitas