ANALISA LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MENGUKUR TINGKAT KESEHATAN BANK (STUDI KASUS PADA PT. BANK SYARIAH MUAMALAT INDONESIA Tbk)

Tri Erna Karyawati

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mendeteksi kategori tingkat kesehatan bank pada tahun 2002, 2003, 2004 dengan menggunakan analisis laporan keuangan dalam hali ini analisis CAMEL, dan untuk mengkaji dan memdeteksi tingkat kesehatan bank pada PT. Bank Syariah Muamalat Indonesia Tbk ini apakah benar-benar sehat.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat kesehatan bank apakah benar-benar sehat, penulis menggunakan analisis CAMEL. Analisis ini meliputi (1) Capital Adequacy Ratio yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan permodalan yang ada untuk menutup kemungkinan kerugian di dalam kegiatan perkreditan dan perdagangan surat-surat berharga. (2) asset quality ini menilai jenis-jenis aset yang dimiliki oleh bank. (3) management menunjukkan kemampuan manajemen bank dalam mengidentifikasi, mengukur, mengawasi, dan mengontrol resiko-resiko yang timbul melalui kebijakan-kebijakan dan strategi-strategi bisnisnya untuk mencapai target. Penilaian terhadap faktor manajemen mencakup dua komponen yaitu manajemen umum dan manajemen resiko. (4) earning ini digunakan untuk mengetahui kemampuan bank dalam menghasilkan laba selama periode tertentu dan bertujuan mengukur tingkat efektifitas manajemen dalam menjalankan operasional perusahaan. (5) liquidity ini dasarkan atas kemampuan bank dalam membayar semua hutang-hutangnya terutama simpanan tabungan, giro, dan deposito pada saat ditagih dan dapat memenuhi semua permohonan kredit yang layak untuk disetujui.
Hasil perhitungan analisis CAMEL periode (2002-2004) yang meliputi aspek permodalan menunjukkan bahwa Bank Muamalat memiliki kemampuan untuk menjaga aktiva bank terutama kredit yang disalurkan dengan sejumlah dana bank. Dan aspek kualitas aktiva produktif Bank Muamalat memiliki aktiva yang berpotensi menghasilkan atau mendatangkan pendapatan bagi bank dalam jumlah yang lebih besar. Aspek manajemen menunjukkan Bank Muamalat telah melaksanakan kebijakan standar sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. Sedangkan untuk aspek rentabilitas Bank Muamalat memiliki kemampuan untuk menciptakan keuntungan setiap transaksi keuangan. Berdasarkan aspek likuiditas bank tidak mempunyai kewajiban yang harus segera dibayar, sehingga modal inti yang dimiliki bank dapat menutupi pinjaman yang lainnya.
Hasil perhitungan analisis CAMEL periode (2002-2004) menunjukkan bahwa kinerja Bank Syariah Muamalat Indonesia pada tahun 2002, 2003, dan 2004 nilai bersih rasio CAMEL diperoleh 84.162, 84.09 dan 85.49 dan masuk dalam predikat sehat ini ditunjukkan dalam tabel 27 nilai bersih yang dihasilkan oleh Bank Muamalat Indonesia terdapat dalam interval 81-100.
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa Bank Muamalat sebaiknya dapat mempertahankan predikat sehat yang telah diraih.

 

Keyword : Analisis CAMEL

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/194/jiptummpp-gdl-s1-2007-triernakar-9656-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Analisis CAMEL