ANALISIS KELAYAKAN KREDIT SEBAGAI BAHAN PERTIMBANGAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK BUKOPIN Cab. MALANG

Mario Andriawan

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap PT. Bank Bukopin Cab. Malang dengan judul ?Analisis Kelayakan Kredit Sebagai Bahan Pertimbangan Dalam Pengambilan Keputusan Pemberian Kredit Pada PT. Bank Bukopin Cab. Malang?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pedoman perkreditan Bank Bukopin, bagaimana analisis kelayakan dan bagaimana hasil kelayakan pada perusahaan yang mengajukan kredit.
Alat analisis yang digunakan untuk menilai kelayakan perusahaan calon debitur adalah dengan time series analisis, yaitu mengevaluasi unsur-unsur laporan keuangan neraca dan laporan laba/rugi perusahaan calon debitur selama beberapa periode (2004 ? 2005) untuk melihat trend kenaikan/penurunannya, adapun teknik analisis data sesuai dengan kebijakan Bank anatara lain sebagai berikut: (1) Analisa Kelengkapan Data, (2) Analisa Personal, (3) Analisa Yuridis Perusahaan, (4) Analisa terhadap Kondisi Bumi/Usaha, (5) Analisa terhadap Bank Lain, (6) Analisa Jaminan, (7) Analisa Eknomis dan (8) Analisa Kebutuhan Modal Kerja.
Hasil dari analisis tersebut di atas adalah sebagai berikut: (1) Data-data/dokumen-dokumen telah diserahkan secara lengkap dan benar sesuai permintaan pihak Bank Bukopin, (2) Pimpinan perusahaan yaitu sdr Abdul Najib mempunyai kepribadian dan reputasi yang cukup baik, (3) Telah diterima secara lengkap dan sah atas dokumen-dokumen berupa Surat Izin Perdagangan (SIUP) , Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) , dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dengan demikian berarti ybs telah memenuhi aspek legalitas, (4) Usaha yang dijalankan sangat menjanjikan karena adanya kepastian pasar, resiko yang ditanggung relatif kecil, sarana dan prasarana yang dimiliki cukup memadai, peluang usaha cukup besar, pesaing yang harus dihadapi ada lebih kurang 50 kontraktor di wilayah Malang dan sekitarnya dan hanya beberapa yang mampu menyaingi UD. ?MSJ?, (5) Pihak UD. ?MSJ? belum pernah bekerjasama dengan Bank lain selain Bank Bukopin semenjak tahun 2000 hingga sekarang, (6) Jaminan yang telah diberikan berupa barang tidak bergerak yaitu Tanah dan Bangunan dengan total nilai taksasi sebesar Rp 1.882.725.000 atau 125,5% dari total rencana kredit yang akan diajukan, (7) adanya trend peningkatan penjualan dan penurunan hutang usaha dalam kurun waktu 2004 dan 2005 sehingga akan meningkatkan laba, sedangkan untuk analisis rasio secara keseluruhan menunjukkan hasil yang positif, (8) hasil perhitungan kebutuhan modal kerja tidak melampaui jumlah kredit yang diajukan kepada Bank Bukopin.
Dari hasil analisis kelayakan tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa usaha dari UD. ?MSJ? cukup layak untuk dibiayai.
Berdasarkan kesimpulan di atas, dengan demikian pihak Bank Bukopin dapat mencairkan dana yang diajukan oleh UD. ?MSJ? yaitu sebesar Rp 1.500.000.000 untuk tambahan modal kerja sehingga diharapkan dapat terus meningkatkan volume penjualannya.

 

Keyword : Kelayakan kredit, pengambilan keputusan

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/196/jiptummpp-gdl-s1-2007-marioandri-9765-1.+Penda-n.pdf


Keywords


Kelayakan kredit; pengambilan keputusan