PENERAPAN ECONOMIC VALUE ADDED SEBAGAI ALAT UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA PT. BANK CENTRAL ASIA DAN PT. BANK PAN INDONESIA YANG LISTING DI BURSA EFEK JAKARTA

ANDI IRWANTO

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada PT. Bank Central Asia dan PT. Bank PAN Indonesia dengan judul ?Penerapan Economic Value Added Sebagai Alat Untuk Mengukur Kinerja Keuangan pada PT. Bank Central Asia dan PT. Bank PAN Indonesia yang Listing di Bursa Efek Jakarta?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan analisis EVA dan apakah akan menghasilkan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan.
Economic Value Added adalah suatu konsep pengukuran kinerja keuangan yang dikemukakan oleh Stern Stewart and Co. rumus dasar EVA adalah laba operasi setelah pajak dikurangi total biaya modal. Tolok ukur yang digunakan adalah apabila EVA > 0 berarti kinerja perusahaan baik, jika EVA = 0 adalah menunjukkan posisi impas dan jika EVA < 0 menunjukkan tidak ada nilai tambah ekonomis ke dalam perusahaan.
Hasil analisis dengan menggunakan konsep EVA untuk PT. Bank Central Asia dan PT. Bank PAN Indonesia selama lima tahun menunjukkan nilai yang berbeda. Untuk PT. Bank Central Asia rata ? rata pertumbuhannya menunjukkan nilai yang negatif yaitu sebesar -131.32 %, sedangkan untuk PT. Bank PAN Indonesia menunjukkan nilai 0.67 %. Dari hasil rata ? rata pertumbuhan EVA untuk kedua perusahaan selama lima periode secara cross section dapat diketahui bahwa PT. Bank PAN Indonesia mempunyai nilai rata ? rata EVA yang lebih tinggi daripada PT. Bank Central Asia sehingga dapat disimpulkan bahwa PT. Bank PAN Indonesia merupakan perusahaan dengan kinerja keuangan terbaik.
Hasil EVA yang negatif menandakan bahwa selama periode penelitian manajemen perusahaan tidak berhasil memberikan nilai tambah ekonomis kepada perusahaan dan hasil EVA yang positif menandakan telah terjadi proses nilai tambah ekonomis bagi perusahaan. Selain itu meskipun laba perusahaan naik belum tentu EVA-nya juga akan naik, karena hal ini sangat tergantung pada struktur modal serta biaya modal setiap komponennya.
Berdasarkan kesimpulan di atas penulis dapat mengimplikasikan bahwa sebaiknya perusahaan menggunakan konsep Economic Value Added dalam menilai kinerja keuangan perusahaan karena jika dilihat dari sisi profit, penyedia dana maupun pihak ? pihak terkait akan terkecoh, karena laba yang tinggi belum menjamin terjadi nilai tambah bagi perusahaan. Selain itu manajemen perlu meningkatkan efektifitas dan efisiensi biaya untuk menghindari EVA yang negatif.

 

Keyword : Economic Value Added

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/196/jiptummpp-gdl-s1-2007-andiirwant-9771-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Economic Value Added