PENDEKATAN BALANCED SCORECARD UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN APOTEK SEGER KABUPATEN JOMBANG

Sindy Heka Atmaja

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja perusahaan apotek seger kabupaten Jombang bila menggunakan pendekatan Balanced Scorecard selama empat tahun periode akuntansi (2002 ? 2005).
Alat analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode Balanced Scorecard yang terdiri dari empat prespektif yaitu prespektif keuangan, prespektif pelanggan, prespektif bisnis internal dan prespektif pertumbuhan dan pembelajaran. Prespektif keuangan bertujuan untuk melihat kinerja dari sudut pandang profitabilitas ketercapaian target keuangan yang diproksikan dengan ROI (Return of Investment), PMOS (Profit Margin on Sales) dan GROS (Growth Rates on Sales). Prespektif konsumen/pelanggan bertujuan untuk menilai kepuasaan pelanggan terhadap kinerja perusahaan yang didasarkan atas faktor pendorong kepuasaan pelanggan yang terdiri dari faktor waktu, faktor mutu, dan faktor harga. Penilaian prespektif konsumen ini dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada pelanggan. Prespektif isnis internal bertujuan untuk mengidentifikasi faktor kritis dalam proses internal organisasi yang penilaiannya diproksikan dengan MCE (Manufacturing Cycle Effectiveness) dan perbandingan dengan perusahaan lain berdasarkan kuisioner yang telah disebarkan. Dalam penilaian prespektif bisnis internal ini MCE tidak dapat diukur karena keterbatasan data yang diperoleh. Untuk prespektif Inovasi dan Pembelajaran bertujuan untuk mengukur faktor-faktor yang berhubungan dengan teknologi, pengembangan pegawai, dan faktor lain yang perlu diperbarui. Faktor teknologi diukur dengan penyebaran kuisioner kepada pelanggan, untuk pengembangan pegawai diproksikan dengan E.T (Employee Training) dan untuk produktivitas karyawan diproksikan dengan E.P (Employee Productivity).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa prespektif keuangan memiliki kinerja yang kurang baik selama periode analisis (2002-2005), ini dikarenakan nilai ROI dan PMOS cenderung menurun. Sementara itu kinerja Apotek Seger Kab. Jombang, jika dilihat dari prespektif pelanggan dinilai cukup baik, hal ini bisa dilihat dari hasi prosentase jawaban survey kepuasaan pelanggan yang dibandingkan dengan standar penilaian yang ditetapkan perusahaan berada pada interval 41-60% dengan kategori cukup baik. prespektif bisnis internal juga mendapatkan penilaian yang cukup baik berdasarkan hasil prosentase perbandingan dengan perusahaan lain yangsudah dibandingkan dengan standart penilaian yang ditetapkan perusahaan yaitu berkisar antara 41%-60% dengan predikat cukup baik. Untuk prespektif inovasi dan pembelajarannya mendapatkan penilaian yang cukup baik. Hal ini bisa dilihat dari hasil survey pelanggan mengenai faktor teknologi yang cukup memuaskan dan penilaian pengembangan pegawai yang meningkat meski dalam produktivitas karyawan masih mengalami penurunan.

 

Keyword : Balanced Scorecard

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/196/jiptummpp-gdl-s1-2007-sindyhekaa-9783-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Balanced Scorecard