Department of Tarbiyah, 2008

Font Size:  Small  Medium  Large   Print Page

KOMPETENSI LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN MUHAMMADIYAH II MALANG DALAM PERSPEKTIF ORANG TUA SISWA

MUTMAINAH .

Abstract


Salah satu kelemahan sistem pendidikan Nasional saat ini adalah kurangnya perhatian guru dan orang tua pada output atau lulusan dari sebuah lembaga pendidikan. Hal ini mengakibatkan komponen input dan proses pendidikan yang dilaksanakan kurang efektif, sehingga hasilnya tidak optimal. Begitu juga halnyadengan sekolah Muhammadiyah saat ini yang mulai kehilangan persambungan antara misi dengan aktualisasinya sehingga tidak jauh beda dengan pendidikan umum yang lainnya. Dengan adanya ketidakkompakan inilah, kemungkinan besar juga berpengaruh atas menururunnya kualitas pendidikan Muhammadiyah saat ini.
Berdasarkan pemikiran diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perspektif orang tua mengenai Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah. Sebagaimana yang terjadi pada saat ini, pendidikan Muhammadiyah sangatlah merosot kualitasnya bila dibandingkan dengan sekolah-sekolah negeri yang lain. Maka dari itu, dengan mengetahui tentang kompetensi siswa dalam perspektif orang tua, diharapkan bisa menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah di masa yang akan datang. Selain itu, dijadikan sebagai rujukan dan acuan dalam menjalankan proses pembelajaran. Hal ini diharapkan agar tercapainya proses pendidikan sesuai dengan harapan, baik dari pihak lembaga maupun dari pihak orang tua, serta meningkatkan mutu produktivitas sebuah lembaga pendidikan Muhammadiyah pada khususnya.
Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif berkaitan dengan pengumpulan data untuk memberikan gambaran atau penegasan sesuatu konsep gejala, juga menjawab pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan status subyek peneliti pada saat ini, misalnya sikap atau pendapat terhadap individu, organisasi dan sebagainya. Sumber data adalah orang tua siswa Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah II Malang. Untuk teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan interview. Maka analisis datanya cukup dengan menggunakan statistik deskriptif sederhana. Adapun langkahnya yaitu menghiung frekuensi dan presentase dengan menggunakan rumus prosentase yang selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel. kemudian pembuatan klasifikasi menjadi tiga kelompok yaitu aspek afektif, kognitif dan psikomotorik. Analisis selanjutnya dilakukan dengan cara mengemukakan faktor-faktor yang dominan dari harapan orang tua terhadap kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Muhamadiyah II Malang.
Dari aspek Afektif (sikap), orang tua siswa lebih banyak yang menginginkan anaknya setelah lulus dari Sekolah Muhammadiyah menjadi manusia yang bertakwa. Hal ini dibuktikan dari hasil pengisian angket, di mana 10 orang tua dari sampel penelitian tersebut menginginkan semua agar anaknya menjadi insan yang bertaqwa. Adapun dari aspek kognitif (pengetahuan umum dan agama), orang tua siswa lebih mengutamakan anaknya bisa memecahkan masalah-masalah sederhana yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Sedangkan dalam pengetahuan agama, orang tua lebih dominan menginginkan anaknya mengetahui arti iman dan taqwa, mengetahui cara beribadah yang benar, serta mampu membedakan mana sikap yang baik dan yang buruk. Adapun dari aspek kognitif (keterampilan), orang tua lebih banyak yang menginginkan anaknya agar menguasai kompetensi yang diajarkan di Sekolah tersebut, sehingga kelak bisa diterapkan dalam dunia kerja, dan bersatu dengan masyarakat. Selain itu orang tua menuntut agar menguasai kompetensi agama seperti mampu membaca al-Qur'an dengan benar dan menunjukkan kepribadian muslim yang hakiki, baik dari pengetahuan, sikap maupun keterampilan.
Dari hasil tabel di atas dapat diketahui bahwa kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah II Malang dalam perspektif orang tua tidak hanya menginginkan pengetahuan, sikap maupun keterampilan umum. Dari segi agama juga diutamakan, hal ini mengingatkan akan tujuan dari pendidikan Muhammadiyah yang ingin menciptakan muslim yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama belaka, melainkan pengetahuan umum juga amat penting atau disebut juga dengan intelek-ulama.
One of weaknesses in today national education system is lack of teachers? and parents? attention on output or graduation of educational institution. It results in less effective of input component and educational process, thus the result is not optimal. This also happens on Muhammadiyah School, where the school has lost correlation between its mission and actualization, that the school has no difference from other public educations. As result, it causes decreasing in educational quality of Muhammadiyah.
In line with the fact above, this study purposes to find out the parrents? perspective on graduation competence of Muhammadiyah II Vocational High School. Educational quality of Muhammadiyah very down than other schools. So,
the graduation competence of Muhammadiyah School in the perspective of student parents can be princip to give back educational quality of Muhammadiyah in future. Other, can be princip to execute study process.
This research uses descriptive qualitative approach. The data collection technique uses questionnaire, observation, and interview. Thus, the data was analyzed using simple descriptive statistic. The sample covers students? parents of Muhammadiyah II SMK Malang taken from each class with total number 10 people.
In Afective aspec, student parents want to their child after study in Muhammadiyah school, can be the devotion human. And cognitife aspec, student parents want to their child can finish conflicts in life. In religion knowledge, student parents want their child to know meaning of widom and devotion. In Psicomotoric aspec, student parents want to their child can to know competence and academics, in future can useful in work.
Based on questionnaire filler, the graduation competence of Muhammadiyah II SMK Malang in their parents? perspective showed that they want not only knowledge, attitude, and general skill, but also religion aspect. In other words, the purpose of Muhammadiyah education referred to developed Moslem who has not only religion know ledge but also general knowledge namely entelligent-Moslem leader.

 

Keyword : Kompetensi lulusan, Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah, Orang Tua Siswa

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/305/jiptummpp-gdl-s1-2009-mutmainah0-15206-PENDAHUL-N.pdf



Abstract: PDF , PS , DOC