Department of Syariah, 2007

Font Size:  Small  Medium  Large   Print Page

IMPLEMENTASI PEDOMAN HIDUP ISLAMI WARGA MUHAMMADIYAH (PHIWM) PADA KEHIDUPAN KELUARGA DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBENTUKAN KELUARGA SAKINAH

Rohmadi Rohmadi

Abstract


Ahmad Dahlan, pemuda berkelahiran Jogjakarta pada tahun 1912 mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai alat perjuangan dakwah sekaligus gerakan perlawanan kepada penjajah. Muhammadiyah merupakan gerakan dakwah Islam, berdasarkan Al-Qur?an dan As-Sunnah.
Guna menyempurnakan pembinaan anggotanya, Muhammadiyah membuat berbagai produk hukum yang berisi peraturan dan tuntunan supaya memperlancar usaha mencapai cita-cita mewujudkan masyarakat yang sebenar-benarnya. Salah satu di antara produk hukum itu adalah Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM). PHIWM diputuskan di Jakarta tahun 2000 pada Muktamar Muhammadiyah ke-44, berisi pedoman menjalani kehidupan secara Islami bagi warga Muhammadiyah dalam semua aspek kehidupan manusia.
Sejak PHIWM diputuskan, belum ada kejelasan mengenai penerapannya pada kehidupan keluarga di lingkungan warga Muhammadiyah, baik dalam tataran Muhammadiyah Pusat, Wilayah, Daerah, Cabang maupun Ranting.
Berangkat dari latar belakng tersebut, penulis merasa perlu melakukan analisa, bagaimana penerapan (implementasi) PHIWM pada kehidupan keluarga di lingkungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jetak Ngasri, faktor apa saja yang mendukung dan menghambat penerapannya serta bagaimana hubungan (relevansi)-nya dengan pembentukan keluarga sakinah? Tujuan dari analisa tersebut adalah untuk mengetahui penerapan PHIWM pada kehidupan keluarga Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jetak Ngasri, faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapannya serta hubungan antara penerapannya dengan pembentukan keluarga sakinah.
Dalam mengupas masalah tersebut, penulis menggunakan metode analisis deskriptif kwalitatif. Sebelum menganalisis, penulis meneliti penerapan PHIWM di lingkungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jetak Ngasri kemudian memaparkan implementasi PHIWM pada keluarga dan faktor pendukung maupun penghambatnya serta memaparkan relevansi penerapan PHIWM pada keluarga dengan pembentukan keluarga sakinah.
Berdasarkan analisa, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jetak Ngasri belum maksimal dalam menerapkan PHIWM. Faktor penghambat yang paling dominan adalah kesibukan orang tua dalam bekerja dan perubahan orientasi sekolah kepada mata pelajaran yang akan diajukan ke Ujian Akhir Nasional telah merubah sikap orang tua dan anak terhadap pendidikan keagamaan. Faktor pendukung pelaksanaan PHIWM di PRM Jetak Ngasri adalah antara suami dan istri memiliki kesamaan paham tentang Islam dan Muhammadiyah.
Hubungan antara penerapan PHIWM dengan pembentukan keluarga sakinah adalah pada penerapan PHIWM, artinya keberhasilan PRM Jetak Ngasri dalam menerapkan PHIWM pada kehidupan keluarga berarti mereka berhasil menciptakan kebahagiaan (sakinah) keluarga dunia dan akherat, sebab PHIWM bersumber dari Qur?an dan Sunnah, sedangkan Qur?an dan Sunnah merupakan tuntunan menuju kebahagiaan dunia dan akherat, sebaliknya jika mereka tidak berhasil menerapkan PHIWM pada keluarga berarti pembentukan keluarga sakinah masih belum berhasil.

Keyword : IMPLEMENTASi,MUHAMMADIYAH,KELUARGA SAKINAH

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/247/jiptummpp-gdl-s1-2008-rohmadi031-12314-1.+Penda-n.pdf



Abstract: PDF , PS , DOC