Department of Syariah, 2004

Font Size:  Small  Medium  Large   Print Page

BOM BUNUH DIRI MENURUT HUKUM ISLAM DAN HUKUM PIDANA

Akhmad Fauzi

Abstract


Fenomena bom bunuh diri di belahan dunia, termasuk di Indonesia sungguh menarik untuk dikaji. Sebagai sebuah tindakan yang tidak lazim yaitu, keberanian untuk mengorbankan diri sendiri, meniscayakan bahwa pelakunya mempunyai keyakinan dan motivasi tertentu. Dari berbagai kejadian, motivasi jihad dan nasionalisme nampaknya masih menjadi alasan dari aksi bom bunuh diri. Hal ini didasari oleh berbagai tindak ketidakadilan negara-negara besar terhadap beberapa negara kecil, dan dalam beberapa hal negara Barat terhadap negara yang dihuni oleh mayoritas umat Islam. Dengan alasan jihad, itulah kemudian aksi bom bunuh diri menjadi pilihan perjuangan.tetapi apakah benar, tindakan tersebut termasuk jihad atau tidak. Tulisan ini mencoba menelusuri status hukum bom bunuh diri menurut hukum Islam dan hukum Pidana. fokus kajian memang dikhususkan dalam konteks indonesia, karena walaupun mayoritas menganut Islam, tapi Indonesia bukanlah negara Islam tapi negara hukum.
Dalam rangka menemukan jawaban atas pertanyaan di atas, penulis menggunakan metode studi pustaka yang kemudian dikomparisikan dengannfajta di lapangan untuk sekedar memperkuat analisa. Sehingga sebelum proses pengambilan kesimpulan hukumnya, penulis telaah dan melakukan verifikasi atas motivasi jihad para pelaku. Sejauh penelusuran penulis, tindakan bom bunuh diri sebagaimana yang terjadi di Indonesia tidak termasuk jihad, karena Indonesia tidak sedang dalam keadaan diperangi dan jihad dengan menggunakan perang bukanlah jalan satu-satunya bagi umat Islam untuk mewujudkan cita-citanya.
Oleh karena itu, tindakan bunuh diri yang dilakukan dalam daerah yang tidak dalam keadaan perang atau tidak ada negara yang sedang menyatakan perang dan memerangi Indonesia, serta bahwa jihad dalam Islam adalah pilihan terakhir bagi sebuah perjuangan, dan disyaratkan harus ada pihak yang memerangi, maka bom bunuh diri tidaklah termasuk jihad tetapi bunuh diri biasa. Bahkan melihat dari akibat yang ditimbulkan, bom bunuh diri dapat dipersamakan dengan hirabah (perampokan) dalam fikih jinayah (pidana) Islam. Titik persamaan keduanya yaitu sama-sama dilakukan ditempat terbuka, menimbulkan korban yang bersifat massal, hilangnya nyawa dan harta orang lain dan menimbulkan ketakutan dan suasana teror dalam masyarakat.
Sedangkan menurut hukum Pidana Indonesia, tindakan bom bunuh diri termasuk tindakan terorisme. Alasannya adalah bahwa keduanya sama-sama menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan, hilangnya nyawa orang lain, rusaknya berbagai fasilitas publik dan internasional serta menimbulkan suasana teror di masyarakat. sehingga segala akibat hukum yang berlaku dalam kasus terorisme dapat pula diberlakukan bagi para pelaku tindak bom bunuh diri.

Keyword : bom bunuh diri, hukum islam, hukum pidana

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/19/jiptummpp-gdl-s1-2004-akhmadfauz-939-Pendahul-n.PDF



Abstract: PDF , PS , DOC