PERANAN LEMBAGA HAKAM DALAM MENYELESAIKAN PERKARA SYIQAQ (Studi Kasus di Pengadilan Agama Gresik)

KOES ATMAJAH UTAMA

Abstract


Perkawinan merupakan suatu hubungan yang suci antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan untuk membentuk sebuah keluarga yang bahagia dan kekal. Menurut Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 ayat (1) telah menjelaskan bahwa “ Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”.
Kehidupan berumah tangga tidak selalu dalam kondisi dan situasi yang damai tetapi terkadang terjadi salah paham antara suami istri atau salah satu pihak telah melalaikan kewajibannya baik sebagai seorang suami atau seorang istri, tidak adanya saling percaya antara kedua belah pihak.
Ketika perkawinan (rumah tangga) timbul suatu konflik atau pertengkaran yang dapat membahayakan keutuhan sebuah keluarga (syiqaq), maka hendaklah menunjuk penengah diantara mereka atau hakam guna mendamaikannya.
Penunjukkan hakam, ialah mengutus juru damai yang disebut hakam dari pihak perempuan dan pihak laki-laki dalam mendamaikan persengketaan atau perselisihan suami istri itu hanya dalam keadaan terpaksa sekali dan sekuat tenaga berusaha untuk mendamaikan suami istri itu, apabila tidak berhasil maka hakam boleh membuat suatu kesimpulan bahwa kedua belah pihak sulit untuk didamaikan.
Dari penjelasan tersebut di atas maka penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh manakah peranan hakam dalam menyelesaikan perkara syiqaq di Pengadilan Agama Gresik, dan sejauh mana pengaruh kesimpulan hakam baik yang mendamaikan atau menceraikan terhadap putusan hakim.
Adapun metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah diskriptif analisis kualitatif. Adapun tahap-tahap yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut ; pertama, pengumpulan data dengan studi pustaka dan studi kasus, keuda, melakukan interview atau wawancara dengan Hakim dan Panitera Kepala Pengadilan Agama, ketiga, menganalisa data yang diperoleh. Agar penelitian ini lebih terfokus, maka penelitian ini dilaksanakan di Pengadilan Agama Gresik, Jalan Wahidin Sudirohosudo no. 45 Gresik.
Dari Pengadilan Agama yang ada, Pengadilan Agama Gresik adalah salah satu pengadilan yang biasa menggunakan jsa lembaga hakam dalam menyelesaikan perkara syiqaq, atau mengangkat hakam di luar pihak keluarga suami istri. Meskipun selama ini terkesan bahwa prosedur penyelesaian perkara syiqaq dianggap rumit dan lama penyelesaiannya.
Pengadilan Agama Gresik semuanya di cabut oleh hakim karena kedua belah pihak telah ruju’.
Dari keberhasilan hakam ddalam mendamaikan pihak-pihak yang yang berselisih membuktikan sangat pentingnya penunjukkan hakam dalam perkara syiqaq selain menunjang azas sederhana, cepat, biaya ringan, tetapi juga menghindari suatu putusan yang bertentangan.
Adapun kesimpulan hakam baik yang berupa kesimpulan menceraikan atau menddamaikan, tidak hanya sebagai alat bukti bagi hakim, melainkan juga sebagai alat pertimbangan bagi hakim dalam mencari kebenaran formil atas pecahnya sebuah keluarga. Namun selama ini dalam prakteknya di Pengadilan Agama Gresik, suatu kesimpulan hakam baik yang menceraikan atau mendamaikan kedua belah pihak merupakan hasil final, dalam artian suatu haasil yang sangat berpengaruh terhadap putusan hakim nantinya.

Keyword : lembaga hakam, syiqaq

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/1/jiptummpp-gdl-s1-2004-koesatmaja-37-Pendahul-n.PDF


Keywords


lembaga hakam;syiqaq