Department of Syariah, 2003

Font Size:  Small  Medium  Large   Print Page

IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 38 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT (Studi Kasus Di Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto)

TITIK SYAROFIN

Abstract


Dalam ajaran Islam ada dua dimensi utama hubungan yang harus dipelihara, yaitu hubungan manusia dengan Allah dan hubungan manusia dengan manusia lain dalam masyarakat, kedua hubungan itu harus berjalan dengan serentak. Dengan melaksanakan kedua hubungan itu hidup manusia akan sejahtera baik didunia maupun diakhirat kelak.
Untuk mencapai tujuan kesejahteraan dimaksud, di dalam Islam selain dari kewajiban shalat, puasa dan haji ada juga kewajiban melaksanakan zakat. Zakat dimaksudkan untuk menjembatani dan memperdekat hubungan sesama manusia, terutama hubungan antara kelompok yang kuat dengan kelompok yang lemah, antara yang kaya dengan yang miskin.
Tujuan kesejahteraan dimaksud untuk memecahkan masalah kemiskinan, memeratakan pendapatan dan peningkatan hidup umat. Zakat bisa menjadi salah satu sumber dana tetap yang dapat dimanfaatkan tanpa menggantungkan nassibnya atas belas kasih orang lain.
Dalam penelitian ini penulis merumuskan dua pokok rumusan masalah yaitu 1) Implementasi Pelaksanaan Undang-undang Nomor 38 Tahun 1999 dalam hal kepengurusan, pengelolaa, pemanfaatan zakat dan kendala-kendala yang dihadapi di Kecamatan Trawas;2) Efektifitas pelaksanaan Undang-undang Nomor 38 Tahun 1999 terhadap pengelolaa zakat di Kecamatan Trawas. Adapun pengumpulan datanya menggunakan beberapa metode, yaitu metode wawancara (interveu), pengumpulan data dengan jalan tanya jawab; metode dokumentasi, mengumpulkan data dari dokumen- dokumen, arsip-arsip, buku- buku, catatan-catatan yang erat hubungannya dengan ojek penelitian; metode observasi, format yang disusun berisi item-item tentang kejadian antara tingkah laku yang digambarkan akan kejadian. Pendeketan yang digunakan dalam menganalisa data, yaitu pendekatan kualitatif yang merupakan studi kasus di Kecamatan Trawas.
Dari hasil penelitian dapat diketahui kepengurusan terdiri dari:1) Dewan Pertimbangan; 2)Komisi Pengawasan; 3) Badan Pelaksana; 4) Bidang pengumpu-

lan, pendistribusian, pendayagunaan, dan pengembangan. Dalam pengelolaan, zakat disalurkan kepada 8 orang asnaf sesuai dengan surat At Taubah ayat 60, sedangkan pemanfaatannya, berimbang antara pemberi zakat dan penerima zakat Dalam efektifitas pelaksanaan Undang-undang Nomor 38 Tahun 1999 terhadap pengelolaan zakat di Kecamatan Trawas, pengelolaannya kurang efektif, sehingga tidak memberikan kenaikan dan peningkatan pengelolaan zakat.
Pada akhir penulisan skripsi ini ada beberapa saran yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan khususnya masyarakat di Kecamatan Trawas agar lebih meningkatkan kepengurusan, pengelolaan dan pemanfaatan zakat, sehingga pemeratan pemerataan di Kecamatan Trawas tersebut akan semakin merata dan dengan adanya undang-undang nomor 38 tahun 1999 dapat diterima dan mewujudkan salah satu acuan untuk meningkatkan hal tersebut.

Keyword : uu 38,zakat

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/1/jiptummpp-gdl-s1-2004-titiksyaro-42-Pendahul-n.PDF



Abstract: PDF , PS , DOC