REKONSILIASI DALAM TRADISI POLITIK ISLAM(Analisa hermeneutik atas konsepsi rokonsiliasi dalam Islam)

Nur hadi

Abstract


Wacana rekonsiliasi dalam kontek kehidupan kenegaraan seringkali diidentikkan dengan sebuah dinamika politik, dalam konteks Islam rekonsiliasi tidak hanya berlaku dalam kontek dinamika politik saja tetapi lebih meyeluruh memesuki segala dimensi kehidupan sosial mulai dari rekonsiliasi antara sebuah keluarga yang bertikai sampai pada wilayah muamalah.
Dalam tulisan ini rekonsiliasi lebih terfokus pada pembahasan tentang dinamika kehidupan politik, dimana setting yang diambil adalah dalam masa kehidupan Nabi Muhammad SAW, adapun kisis-kisi yang diangkat adalah mulai dari definisi rekonsilisiasi,politik dalam pandangan Islam, dan rekonsiliasi dalam tradisi Islam.
Adapun metodologi dalam tulisan ini menggunakan metodologi hermeneutik, yakni sebuah metode filsafat yang mengedepankan sebuah kekuatan interprestasi atau penafsiran jadi metode ini tidak hanya melihat sebuah teks permasalahan tetapi juga kontek (analisa empiris).
Kesimpulan dalam tulisan ini membuktikan bahwa rekonsiliasi adalah upaya yang efektif dalam menyelesiakn sebuah pertikaian khususnya sebuah pertikaian politik, dimana rekonsilisasi adalah sebuah media yang menjembatani dari dua atau lebih kelompok yang bertikai. Dan dlam Isalam upaya reonsiliasi adalah upaya yang paling mulis dalam setiap penyelesaian konflik.
Sedangkan beberapa saran dalam tulisan ini agar dalam setiap melaksanakan rekonsiliasi agar memunculkan sebuah figur yang dapat dipercaya karena salah satu aspek kerberhasilan terwujudnya sebuah rekonsiliasi adalah karena figur yang memidiasi adalah orang-orang yang adil dan dapat diprcaya serta tidak ikut dalam sebuah putaran konflik yang atau singkatnya orang yang dianggap netral.
Besar harapan penulis agar tulisan ini mampu memberikan sebuah kontribusi yang signifikan baik dalam hal penambahan wacana akademik maupun dalam hal yang lebih praksis.

Keyword : Politik Islam, Tradisi


Keywords


Politik Islam, Tradisi