Undergraduate Theses dari JIPTUMM / 2003-11-03 08:18:55 PANDANGAN AL-QUR’AN TERHADAP TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DAN PROBLEM PELAKSANAANNYA DI INDONESIA

ULYANA ULYANA

Abstract


Konflik dan ketegangan antarumat beragama bahkan tindak kekerasan dan terorisme atas nama suatu agama merupakan persoalan klasik yang senantiasa terjadi baik di negara-negara berkembang maupun negara-negara maju, di negara-negara miskin maupun di negara-negara kaya walaupun frekuensi konflik lebih banyak terjadi pada negara-negara berkembang dan miskin dengan realitas sosial kemasyarakatan multi-agama, multi etnis, multi-bahasa dan sebagainya. Konflik dan ketegangan menjadi besar dan mengemuka ketika memiliki keterkaitan ketersinggungan dengan politik pemerintahan sehingga dapat dikatakan bahwa konflik-konflik yang terjadi sangat sarat dengan muatan politik (politik kepentingan) yang melegitimasi rasa curiga, dendam histori dan rasa ketidakadilan perlakuan.
Al-Qur’an sebagai otoritas paling otentik umat Muslim sejak di turunkan 14 abad yang lalu sudah mensinyalir persoalan tersebut dan mengakui dan menghormati pluralitas agama dan bahkan memberikan jalan keluar dari persoalan yang timbul akibat pluralitas tersebut. Pernyataan-pernyataan tersebut antara lain tertera dalam QS. Ali Imran: 64 dan 159, Asy-Syuara: 15, Al-Baqarah: 256, Al-Kafirun: 1-6, dan masih banyak lagi yang lainnya. Persoalan intoleransi antarumat beragama, misalnya, dapat dicapai kesepakatan sesuai QS. Ali Imran: 64 dan 159. Dan aplikasinya di Indonesia adalah diterapkannya metode dialog sebagai wadah mencari kesepahaman (titik temu) dan persamaan visi dalam bernegara.
Sehubungan dengan permasalahan di atas penulis ingin mengetahui: (1) Bagaimana pandangan Al-Qur’an terhadap toleransi antarumat beragama, dan (2) Apa saja faktor penghambat toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Sedangkan tujuan yang ingin dicapai dari penulisan skripsi ini adalah:
1. Memberi gambaran yang jelas mengenai pandangan Al-Qur’an terhadap toleransi antarumat beragama.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat toleransi antarumat beragama.
Adapun jenis penelitian yang penulis gunakan adalah “Library Research” (Studi Pustaka), sedangkan data yang dibutuhkan adalah data kualitatif yang sifatnya tekstual, yaitu mencari data dari buku-buku, surat kabar dan makalah. Karena penelitian ini berupa penetian agama, maka sebagai sumber primer adalah kitab suci (Al-Qur’an) dengan mentafsir dan mempelajari kembali Asbabun Nuzul ayat-ayat yang berkaitan dengan materi penulisan.
Dalam menganalisa penulis menggunakan metode deduktif dan induktif, dengan demikian data yang dikumpulkan dipilah-pilah antara data sejenis yang kemudian dianalisis secara kritis untuk mendapatkan keterangan yang memadai dan konkrit tentang pembahasan tersebut.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa konflik keagamaan tidak berdiri sendiri melainkan ada variabel-variabel lain yang memicunya, maka penyelesaian konflik tidak cukup hanya dengan dialog-dialog keagamaan. Persoalan-persoalan lain seperti ekonomi dan keadilan sosial harus secara bersama-sama dipecahkan.
Pada akhir penulisan skripsi ini ada beberapa saran yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan, khususnya bagi setiap individu hendaknya sadar akan pentingnya mempelajari sesuatu dari pihak lain tanpa harus kehilangan keimanan sendiri, dan mendisiplinkan diri dengan kejujuran, keterbukaan dan kearifan dalam memandang segala sesuatu yang kelihatan bertentangan dengan diri sendiri.

Keyword : TOLERANSI, UMAT BERGAMA

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/23/jiptummpp-gdl-s1-2004-ulyana9812-1139-Pendahul-n.pdf


Keywords


TOLERANSI;UMAT BERGAMA