INTERAKSI SOSIAL ANTARA TENGKULAK DENGAN PETANI SAYUR DI DESA BEJI, KECAMATAN JUNREJO, KOTA BATU

DIAN YANUARKO

Abstract


Pembangunan sektor pertanian tidak terlepas dari adanya para pemilik modal. Mereka ikut serta dalam persaingan pasar pertanian untuk mencari hasil-hasil pertanian dari para petani untuk dibeli dan memperoleh keuntungan. Dalam rangka pemasaran hasil-hasil pertanian peran tengkulak sangatlah dibutuhkan oleh para petani di daerah pedesaan.
Alasan petani sayur di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu menggunakan jasa tengkulak dalam menjual hasil panen adalah:(1) Karena tidak memiliki kendaraan angkut sendiri. Petani sayur merasa dipermudah dengan adanya tengkulak yang mendatangi mereka dengan sekaligus membawa kendaraan pengangkut sehingga petani tidak perlu menyewa kendaraan lagi. Petani lebih memilih menjual kepada tengkulak dengan harga rendah di bawah harga pasar untuk segera mendapatkan uang daripada hasil panen sayurnya layu dan tidak laku untuk dijual. (2) Karena petani sudah sering meminjam modal berupa bibit dan pupuk kepada tengkulak karena merasa lebih mudah sedangkan tengkulak juga merasa diuntungkan karena petani menjual hasil panen kepada tengkulak yang memberikan modal bibit dan pupuk tadi pada saat panen.
Teori Pertukaran sosial beranggapan orang berhubungan dengan orang lain
karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa yang Pertama, alasan petani sayur menggunakan jasa tengkulak yaitu karena Alasan karena tidak memiliki kendaraan angkut sendiri. Kedua, petani sudah sering meminjam modal berupa bibit dan pupuk kepada tengkulak karena merasa lebih mudah sedangkan tengkulak juga merasa diuntungkan karena petani menjual hasil panen kepada tengkulak yang memberikan modal bibit dan pupuk tadi pada saat panen.
Pola interaksi sosial antara tengkulak dengan petani sayur di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu terbagi menjadi dua pola yaitu pertama pola Kerjasama, dalam hal ini adalah kerjasama yang dilakukan bersifat tetap dengan melibatkan orang-orang atau pelaku yang sama yaitu antara petani sayur dengan tengkulak yang sama setiap melakukan transaksi jual beli hasil panen sayur dan dilakukan secara berulang-ulang. Pola yang kedua adalah pola Akomodasi, yaitu interaksi sosial antara tengkulak dengan petani sayur yang dibangun saling menguntungkan, tidak ada permasalahan dalam kegiatan penjualan hasil panen sayuran yang ada di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Pola interaksi sosial yang berdasarkan pada kedekatan emosional saling menguntungkan satu dengan yang lainnya, keduanya sama-sama menjaga keharmonisan dalam hubungan sosial yang mereka bangun.

 

Keyword : Interaksi Sosial, Tengkulak, Petani Sayur

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/345/jiptummpp-gdl-s1-2009-dianyanuar-17241-Pendahul-n.pdf


Keywords


Interaksi Sosial; Tengkulak; Petani Sayur; UMM