POLA HUBUNGAN KERJA KARYAWAN (Studi pada Karyawan Tetap dan Karyawan Mingguan pada PT. Perhutani Anugerah Kimia di Kabupaten Trenggalek)

HUDI PRASTOWO

Abstract


Dengan melihat fenomena yang terjadi antara kelompok terjadi hubungan yang mana akan memberikan persepsi antara dimensi hubungan antar kelompok yaitu antara karyawan tetap dan karyawan mingguan di dalam perusahaan. Banyak terjadi fenomena-fenomena yang muncul di karenakan terjadi hubungan yang mana antara karyawan maupun dengan atasan. Keharmonisan hubungan kerja akan meningkatkan rasa percaya diri pemimpin untuk mempercayai semua kekuatan manajemen yang dikerjakan oleh para karyawan unggul tersebut. Di sini terjadi sebuah pembedaan antara karyawan tetap dan karyawan mingguan karena dapat dilihat bahwa karyawan tetap bekerja sebagai kerah putih sedangkan karyawan mingguan sebagai karyawan kasar. Suatu bentuk hubungan yang banyak disoroti dalam kajian terhadap hubungan antar kelompok adalah ialah hubungan mayoritas-minoritas. Mayoritas didefinisikan sebagai suatu kelompok kekuasaan; kelompok tersebut menganggab dirinya normal, sedangkan kelompok lain dianggab tidak normal serta lebih rendah karena dinilai mempunyai ciri tertentu; atas dasar anggapan tersebut kelompok lain itu mengalami eksploitasi dan diskriminasi.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pola hubungan kerja antara karyawan tetap dengan karyawan mingguan PT. Perhutani Anugerah Kimia (PT. PAK) di Kabupaten Trenggalek.
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui bagaimana pola hubungan kerja antara karyawan tetap dan karyawan mingguan PT. Perhutani Anugerah Kimia (PT. PAK) di Kabupaten Trenggalek.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif, lokasi penelitian di PT. Perhutani Anugerah Kimia (PT. PAK) kabupaten Trenggalek yang menjadi populasi adalah karyawan tetap dan karyawan mingguan di PT. Perhutani Anugerah Kimia, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan dalam penelitian ini juga, teknik analisa datanya adalah deskriptif kualitatif.
Dalam penelitian ini, teori yang digunakan adalah teori interaksionisme simbolik (George H. Mead) serta konsep diri dan organisasi sosial (Mead). Definisi-definisi subyektif tidak terbatas pada benda-benda dalam lingkungan eksternal. Salah satu masalah definisi yang paling penting dihadapi oleh manusia adalah kebutuhan untuk mendefinisikan dirinya sendiri, khususnya dalam hubungannya dengan orang lain di mana mereka terlibat di dalamnya. Sesungguhnya konsep diri seseorang mungkin merupakan obyek dari refleksi yang sadar tentang diri lebih daripada satu obyek apa saja di lingkungan eksternal, termasuk orang lain. Sedangkan teoritis interaksionisme simbolik memusatkan perhatian terutama pada dampak dari makna dan simbol terhadap tindakan dan interaksi manusia.
Hasil penelitian ini menunjukan pola hubungan kerja dalam 2 bentuk yaitu : (1) Pola hubungan karyawan dominasi. (2) Pola hubungan karyawan karena perbedaan peran atau status. Karyawan mingguan bisa dikatakan sebagai karyawan anak tiri karena mempunyai perbedaan dari karyawan tetap.

 

Keyword : Pola Hubungan Kerja, Dominasi, Perbedaan status

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/315/jiptummpp-gdl-s1-2009-hudiprasto-15704-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Pola Hubungan Kerja; Dominasi; Perbedaan status; UMM