PEMAHAMAN PEREMPUAN PELAKU SEKTOR INDUSTRI TERHADAP INDUSTRI RUMAH TANGGA (Studi Di Desa Tulung Rejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu)

RAHMA APRIYETI

Abstract


Pertumbuhan pembangunan yang semakin pesat tentunya akan membawa dampak bagi perekonomian masyarakat. Banyaknya persaingan lapangan kerja yang semakin ketat menjadikan tingkat pengangguran semakin meningkat. Ketidak tersediaan lapangan pekerjaan dan beban hidup yang harus ditanggung mengharuskan setiap individu untuk lebih kreatif. Demikian juga bagi kaum perempuan. Seperti yang dilakukan oleh kaum perempuan di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Mereka dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki membangun industri rumah tangga yang dapat menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Sehingga angka pengangguran khususnya di Desa Tulungrejo dapat sedikit teratasi. Mereka secara maksimal telah memanfaatkan hasil pertanian yang melimpah di Desa Tulungrejo. Selain itu, mereka juga telah menunjukkan bahwa kaum perempuan mempunyai andil besar untuk membantu perekonomian keluarga. Keberadaan industri rumah tangga yang dimiliki oleh kaum perempuan ini, juga menjadikan Kota Batu memiliki citra yang positif sebagai Kota Pariwisata. Hal inilah yang sangat menarik untuk diteliti mengenai Pemahaman Perempuan Pelaku Sektor Industri Terhadap Industri Rumah Tangga.
Industri rumah tangga adalah industri yang dapat membantu pertumbuhan perekonomian, menyediakan lapangan pekerjaan, meningkatkan penghasilan dan standar hidup. Dalam menjalankan industri rumah tangga, dimana penerapan manajemen secara sederhana sangat diperlukan agar usaha dapat berkembang dengan pesat. Untuk mengelola industri rumah tangga lebih lanjut, maka diperlukan pengetahuan dan pemahaman agar industri ini dapat bersaing dengan industri yang sejenis. Teori yang digunakan dalam menganalisa fenomena ini adalah teori konstruksi sosial oleh Peter L. Berger.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Di mana, subyek penelitian adalah perempuan pelaku sector industri di Desa Tulungrejo. Jumlah subyek penelitian yakni 5 orang dengan penentuan kriteria yang dimiliki oleh subyek. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik keabsahan data berupa triangulasi. Sedangkan teknik analisa data digunakan Analisa data model interaktif Milles dan Hubermas, yang memiliki empat alur kegiatan yang terjadi yakni: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Industri yang terdapat di Desa Tulungrejo berjumlah 10 industri, baik rumah tangga atau kecil, sedang dan yang besar. Dari kesepuluh industri tersebut 5 diantaranya industri rumah tangga yang dimiliki dan dikelola oleh kaum perempuan. Rata-rata industri tersebut merupakan industri makanan. Mulai dari madu, roti, sari apel, jenang apel dan aneka kripik dari buah-buahan. Dengan dukungan pihak pemerintahan Desa, industri ini telah berkembang dan hasil produk telah diakui oleh konsumen.
Dari penelitian yang dilakukan terhadap 5 orang subyek, ditemukan 4 orang subyek telah memahami bagaiman mengelola industri rumah tangga yang dijalankan. Pemahaman yang dimiliki oleh subyek dipengaruhi oleh pengetahuan yang didapatkan secara informal dan formal, lingkungan sekitar, pengalaman, sigifikasi dan dukungan dari pemerintah. Pola pemahaman yang ditemukan dalam penelitian ini yakni keinginan mengembangkan diri atau menerapkan ide yang dimiliki dan pemenuhan kebutuhan hidup rumah tangga.

 

Keyword : Pemahaman Perempuan, Industri Rumah Tangga

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/315/jiptummpp-gdl-s1-2009-rahmaapriy-15717-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Pemahaman Perempuan; Industri Rumah Tangga; UMM