POLA KERJA SAMA ANTAR PEMILIK HOME INDUSTRY ALAT RUMAH TANGGA DI DESA KALIBARU WETAN, KECAMATAN KALIBARU, KABUPATEN BANYUWANGI JAWA TIMUR

Yudha Bramantya

Abstract


Sektor Industri di Indonesia pernah mengalami masa jayanya antara kurun
waktu 1970-1982, Akan tetapi setelah mengalami depresi ekonomi yang dialami
Indonesia sejak tahun 1982, maka laju pertumbuhan industri mendadak anjlok dan
meningkat lagi secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya. Amanat yang terdapat
dalam GBHN mengatakan bahwa pembangunan sektor industri adalah bagian dari
usaha jangka panjang guna merubah struktur ekonomi yang tidak seimbang antara
sektor pertanian dan sektor industri, menuju struktur ekonomi yang seimbang untuk
mencapai kondisi industri kuat dan maju dengan dukungan pertanian yang tangguh
Perkembangan Industrialisasi dewasa ini tidak terlepas dari perkembangan
masyarakat itu sendiri. Perkembangan masyarakat yang semakin maju dan modern
menuntut adanya industri kecil atau home industri yang keberadaan saat ini sangat
mempunyai peran yang cukup terhadap peningkatan perekonomian pada masyarakat
dan menyerap tenaga kerja. Perkembangan industri kecil menyerap tenaga kerja yang
tidak bisa bekerja pada sektor formal. Hal ini menuntut masyarakat untuk berbuat
sesuatu agar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi, sehingga banyak masyarakat yang
menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan membuat industri skala kecil.
Banyaknya perajin industri kecil pada masyarakat mengakibatkan terjadinya suatu
interaksi sosial antar perajin-perajin tersebut. baik kerjasama atau persaingan dalam
memasarkan produk. Adanya hubungan interaksi antar perajin industri kecil
menyebabkan terbentuknya organisasi perajin industri kecil.
Pengertian usaha mikro menurut lembaga internasional adalah usaha non
pertanian dengan jumlah pekerja maksimal 10 orang, menggunakan teknologi
sederhana atau tradisional, memiliki keterbatasan akses terhadap kredit, mempunyai
kemampuan managerial rendah dan cenderung beroperasi di sektor informal
Salah satu contoh industri kecil yaitu sentra home industri alat rumah tangga
yang berada di Desa Kalibaru Wetan , home industri ini sudah sejak lama di rintis
tepatnya sejak tahun 1980 ? an dan yang pada awalnya industri ini hanya sebagai
sampingan selain mengandalkan hasil pertanian tapi seiring semakin banyak
permintaan dan di rasa hasilnya lebih menjanjikan maka industri ini mengalami
perkembangan yang cukup baik hingga sekarang.
Oleh karena itu, agar tujuan utama dari pemberdayaan home industri yang ada
di Desa Kalibaru Wetan ini tercapai, maka bukan hanya menjadi tanggung jawab
utama pemerintah setempat melainkan masyarakat Kalibaru Wetan itu sendiri. dapat
membenahi sistem manajemen dan pemasaranya, dan yang tidak kalah penting
lainnya adalah adanya kerjasama yang terjalin antar pemilik home industri.
Adapun rumusan masalah dalam penbelitian ini adalah sebagai berikut :
Bagaimana pola kerjasama antar pemilik home industrry alat rumah tangga di Desa
Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi?
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola kerjasama yang
terjadi antar pemilik home industry alat rumah tangga di Desa Kalibaru Wetan,
Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif, Lokasi
yang diambil dalam penelitian ini adalah di Dusun Tegal Pakis Desa Kalibaru Wetan,
Kecamatab Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Yaitu sentra industri kecil alat rumah
tangga, Subyek penelitian ini adalah para pengrajin/pemiliik usaha industri alat rumah
tangga yang ada di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten
Banyuwangi dimana jumlah total keseluruhannya adalah 35 orang. Dengan demikian
maka teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. sedangkan teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan
dokumentasi., teknik analisa datanya adalah deskriptif kualitatif.
Dalam penelitian ini, teori yang digunakan adalah Teori Pertukaran Sosial
oleh George C. Homans dan Peter M Blau
Hasil penelitian ini menunjukan Pola kerjasama yang dibangun antar pemilik
home industrry alat rumah tangga di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru,
Kabupaten Banyuwangi ini adalah pola kerjasama yang bersifat simetris, Hal ini bisa
di lihat dari sifat ? sifat kerjasama yang di lakukan cenderung menguntungkan kedua
belah pihak dalam hal ini antar pemilik home industry.

 

Keyword : Home Industri, Pola Kerja sama, Simetris

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/317/jiptummpp-gdl-s1-2009-yudhabrama-15810-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Home Industri; Pola Kerja sama; Simetris; UMM