Department of Sociology, 2007

Font Size:  Small  Medium  Large   Print Page

INDUSTRI GARAM MASYARAKAT MADURA (Studi Tentang Industri Garam di Desa Lembung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Madura)

DWI SHOLIHATY R

Abstract


Industri merupakan upaya sadar dan terencana dalam rangka mengelola dan memanfaatkan sumber daya guna mencapai tujuan pembangunan yakni meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa. Perkembangan industri memang membawa akibat-akibat positif bagi kehidupan manusia. Hakikat perkembangan industri akan selalu berarti bagi perkembangan peradaban manusia dan lebih kongkrit bagi perkembangan industri akan selalu berarti pula bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keadaan alam yang di kelilingi lautan, masyarakat modern di tuntut untuk mengelola SDA yang ada, seperti yang kita ketahui bahwa pulau madura tidak hanya terkenal dengan budaya caroknya saja akan tetapi juga di kenal sebagai penghasil garam, salahsatunya di Desa Lembung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, sebagai sentra produksi garam rakyat atau garam bahan baku di madura, dimana di Desa lembung terdapat sebagian besar daerah lahan pegaraman dengan luas 233.001 Ha atau 65,70%.
Pada penelitian ini peneliti meneliti tentang INDUSTRI GARAM MASYARAKAT MADURA, adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses sistem industri garam pada petani garam di Desa Lembung, untuk mengetahui hubungan antara petani garam dengan PT.Garam, untuk mengetahui status sosial yang terjadi dalam masyarakat.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskrif kualitatif, yang bertujuan memberikan gambaran yang jelas tentang keadaan obyek berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Teknik pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling sehingga di peroleh sample 12 orang informan, metode pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi terbuka dan wawancara mendalam, serta dokumentasi berupa arsip dari desa, petani dan foto, sedangkan kerangka teori yang di gunakan dalam analisa penelitian ini adalah teori pilihan rasionalitas dari James Coleman, teori fungsionalisme structural dari Robert K Merton.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan petani tetap bertahan dalam sektor industri garam karena aketerbatasan-keterbatasan yang di miliki oleh petani dan tersedianya lahan pegaraman sehingga petani tidak bisa mengerjakan pekerjaan selain sebagai petani garam. Pola hubungan industrial petani garam denga PT. Garam dan dengan pedagang sebelum adanya ASPEGAB sangat merugikan para petani, akan tetapi setelah adanya ASPEGAB nasib petani lebih baik, harga garam menjadi lebih tinggi. Status sosial petani garam terjadi perubahan semakin tinggi setelah menjadi petani garam pemilik lahan, dengan semakin tinggi status sosial maka terjadi banyak perubahan dalam kehidupan petani garam pemilik lahan antara lain luas lahan yang semakim bertambah, pendapatan yang semakin meningkat, kualitas keluarga yang semakin membaik, gaya hidup yang berubah, cara berfikir yang menjadi lebih baik.

 

Keyword : GARAM MASYARAKAT MADURA

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/246/jiptummpp-gdl-s1-2008-dwisholiha-12284-1.+PENDA-N.pdf



Abstract: PDF , PS , DOC