CITRA DIRI REMAJA YANG MELAKUKAN PERAWATAN KULIT DI SKIN CARE

CHRISTIANA ADI SUKIRNA

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana citra diri remaja yang melakukan perawatan kulit. Remaja merupakan suatu masa yang mengalami banyak perubahan dalam fisik dan psikis dimana salah satu minat yang dikembangkan adalah minat pribadi. Minat pribadi yang saat ini banyak terlihat dari remaja adalah kecenderungan remaja melakukan perawatan kulit yang dirasa dapat meningkatkan penilaian terhadap diri atau citra dirinya menjadi positif. Perkembangan minat remaja saat ini banyak didukung dengan banyak munculnya berbagai macam teknik perawatan yang di tawarkan baik secara tradisional maupun modern. Salah satu perawatan modern yang banyak di datangi oleh remaja adalah skin care. Citra diri adalah kumpulan dari sikap individu yang disadari dan tidak disadari terhadap tubuhnya. Termasuk persepsi masa lalu dan sekarang, serta perasaan tentang ukuran, fungsi, penampilan dan potensi. Yang secara berkesinambungan dimodifikasi dengan persepsi dan pengalaman yang baru. Citra diri terbentuk melalui empat aspek yaitu kesadaran, penerimaan, tindakan dan sikap. Citra diri dapat memberikan pengaruh positif dimana individu dapat mengembangkan sifat-sifat seperti percaya diri, harga diri dan kemampuan melihat dirinya secara realistis. Sedangkan pengaruh negatif dari citra diri adalah individu akan mengembangkan perasaan tidak mampu, rendah diri, ragu dan kurang percaya diri.
Subyek dalam penelitian ini adalah remaja yang melakukan perawatan kulit di skin care. Subyek penelitian diambil melalui teknik accidental sampling dan metode pengumpulan data menggunakan skala, yakni skala citra diri. Penganalisisan atau pendeskripsian data dilakukan dengan menggunakan T-test dan komputer program SPSS (Statistic Program For Social Science) versi 11.0.
Dari hasil penelitian didapat data bahwa remaja yang memiliki citra diri tinggi (56%) dan remaja yang memiliki citra diri rendah (44%). Sedangkan berdasarkan aspek pembentuk citra diri diperoleh data bahwa pada aspek kesadaran sebanyak 57 persen termasuk kategori rendah dan 4 persen lainnya termasuk kategori rendah, pada aspek penerimaan 55 persen kategori tinggi dan 45 persen lainnya tinggi. Berbeda pada aspek tindakan prosentase kategori tinggi sebesar 63 persen dan rendah sebesar 37 persen, serta pada aspek sikap kategori tinggi 48 persen kategori tinggi sedangkan sisanya (52%) rendah. Berdasarkan data tersebut menggambarkan bahwa sebagian besar remaja memiliki aspek pembentuk citra diri yaitu tindakan yang tinggi dimana remaja melakukan usaha untuk mengembangkan potensi diri mereka dalam hal fisik.

 

Keyword : Citra diri, Remaja

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/312/jiptummpp-gdl-s1-2009-christiana-15568-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Citra diri; Remaja; UMM