CITRA DIRI WANITA PENDERITA KANKER PAYUDARA

Yhan Konisesanti Handayani

Abstract


Kanker payudara merupakan penyebab kematian tertinggi bagi wanita di Indonesia. Setiap tahunnya satu dari 10 wanita Indonesia terdeteksi menderita penyakit mematikan ini. Di seluruh dunia insiden kanker payudara cenderung meningkat setiap tahunnya. Hal ini menjadi sebuah ketakutan bagi kaum wanita pada umumnya karena kanker payudara membawa dampak emosional dan psikososial yang lebih besar bila dibandingkan dengan jenis kanker yang lain, karena sangat terkait dengan body image (citra diri) dan self esteem (harga diri) pada diri seseorang. Citra diri yang dimiliki seseorang, akan mempengaruhi cara dia berinteraksi dalam lingkungannya. Apabila citra dirinya positif maka seseorang dapat berinteraksi soaial dengan baik, namun apabila citra dirinya negative maka interaksi sosialnya cenderung mengalami hambatan.
Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui citra diri pada wanita penderita kanker payudara serta peran dukungan suami terhadap istri. Subyek dalam penelitian ini adalah 3 wanita yang menderita kanker payudara dan telah dilakukan pengangkatan payudara. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan teknik komunikasi langsung atau wawancara. Adapaun analisa data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, kriteria keabsahan data yang digunakan yaitu model derajat kepercayaan (kredibilitas) dan teknik keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 2 wanita yang menderita kanker payudara dan telah dilakukan pengangkatan, pada saat mengetahui dirinya menderita kanker subyek memiliki citra diri yang cenderung negatif. Namun, setelah mereka merasa sehat, lebih religius dan juga banyak mendapatkan dukungan dari suami dan teman-teman yang juga menderita kanker maka citra diri pun berubah menjadi positif. Adapun pada 1 subyek yang lain, citra dirinya cenderung stabil yaitu citra diri positif. Hal ini disebabkan karena pengalaman spiritual yang dirasakan begitu kuat, selain itu subyek merupakan pribadi mandiri, religius dan juga pribadi yang selalu berfikir positif pada segala hal. Jadi, dapat disimpulkan bahwa citra diri pada wanita penderita kanker payudara cenderung positif karena mendapatkan dukungan yang besar dari suami dan teman-teman serta karena subyek semakin religius, dimana saat seseorang semakin religius maka dapat dikatakan orang tersebut telah melakukan pencapaian aktualisasi diri. Pencapaian aktualisasi diri yang diperoleh subyek merubah citra diri menjadi positif.

 

Keyword : Citra Diri, Kanker payudara

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/312/jiptummpp-gdl-s1-2009-yhankonise-15570-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Citra Diri; Kanker payudara; UMM