PERLAKUAN PADA SISWA DENGAN GANGGUAN MOTORIK

OKTANIA ANGGRAENI

Abstract


Belajar merupakan suatu proses dari seorang individu yang berupaya mencapai tujuan belajar, salah satu proses belajar adalah belajar mototrik. Belajar motorik memainkan peran dalam penyesuaian peran dan pribadi anak serta kemandirian anak dan dapat pula mempengaruhi prestasi akademiknya di sekolah.. Jika motorik mengalami gangguan maka perlu adanya suatu perlakuan khusus uang disesuaikan dengan kebutuhan anak agar gangguan motorik yang dialaminya dapat berkurang.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif studi kasus yang bertujuan untuk mengambarkan kesulitan akademik, kesulitan dalam kemampuan berfikir dan perkembangan sosial emosional anak yang mengalami learning disabilties dengan gangguan perkembangan motorik serta menyususun program intervensinya Peneliti menggunakan metode wawancara bebas terpimpin dan observasi partisipatif sebagai bahan pertimbangan untuk penyusunan rancangan intervensi, dan untuk mengetahui intelegensi subyek digunakan tes WISC Subyek dalam penelitian ini di dapat melalui survey awal, sebanyak 1 orang, dan penelitian dilakasanakan pada tanggal 30 Desember 2008 sampai dengan tanggal 4 Januari 2009.

Hasil yang diperoleh menunujukkan bahwa, anak yang mengalami gangguan perkembangan motorik mempunyai gangguan-gangguan penyerta lainnya seperti tidak bisa berbicara dengan sempurna, tulisan tangan jelek dankesulitan mengeluarkan gagasan atau ide. Perlakuan untuk mengurangi gangguan mototrik berupa motorik kasar, mpengembangan penghayatn dan kesadaran tubuh, serta motorik halus, memerlukan kesabaran dan keuletan agar bisa berhasil maksimal. Hal tersebut juga memerlukan campur tangan berbagai pihak serta motivasi yang tinggi.

 

Keyword : Perlakuan, Gangguan Motorik, Learning Disabilities

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/312/jiptummpp-gdl-s1-2009-oktaniaang-15571-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Perlakuan; Gangguan Motorik; Learning Disabilities; UMM