ANALISIS PENYEBAB KECELAKAAN LALU LINTAS DI PT. BADAK NGL (Natural Gas Liquefaction) BONTANG KALIMANTAN TIMUR

WINNDY RIFANDINI SAPUTRI

Abstract


Kecelakaan lalu lintas merupakan permasalahan serius bagi negara-negara berkembang. Pesatnya pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan dan urbanisasi menyebabkan permintaan yang besar akan transportasi. Hal ini juga menyebabkan pesatnya pertumbuhan pemilikan kendaraan bermotor. Kematian karena kecelakaan lalu lintas diperkirakan akan meningkat secara dramatis karena kecelakaan lalu lintas. Jumlah kecelakaan yang besar itu disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor manusia, kondisi jalan, kondisi kendaraan serta faktor lingkungan seperti hujan deras, kabut tebal, asap tebal, dan sebagainya. Perusahaan PT Badak NGL tidak hanya memperhatikan keselamatan kerja di lingkungan pabrik saja tetapi juga memperhatikan keselamatan lalu lintas di lingkungan maupun di tempat tinggal PT Badak NGL. Perusahaan dan beberapa pemegang saham seperti VICO, TOTAL E&P Indonese, dan Cevron telah menetapkan Key Performance Index (KPI) sebanyak 14 kali kecelakaan lalu lintas selama kurun 1 tahun.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian adalah pada Perusahaan LNG yakni PT. Badak NGL (Natural Gas Liquefaction), Bontang. Subyek penelitian yang digunakan yaitu pengguna jalan yang melakukan pelanggaran lalu lintas di kawasan PT. Badak NGL (Natural Gas Liquefaction) yakni karyawan PT. Badak NGL, karyawan kontraktor, pihak luar dan keluarga. Dalam penelitian, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Dalam analisis data, digunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan memberikan gambaran terhadap hasil penelitian.
Berdasarkan analisa data dapat disimpulkan bahwa perilaku mengemudi yang menyebabkan kecelakaaan lalu lintas adanya pelanggaran kecepatan maksimum yakni 40 km/jam di saat jam-jam padat atau aktivitas seperti jam pulang kerja yakni jam 15:45 ? 16:15 dan jam istirahat yakni jam 11:45 ? 12:15 serta penerapan kebijakan management untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas sangat kurang yakni kurangnya sanksi sehingga pengguna jalan kurang sadar dengan keselamatan berlalu lintas. Management juga memberikan waktu yang pendek dalam jam istirahat sehingga kendaraan melebihi kecepatan dengan ketentuan kecepatan maksimal 40 km/jam.

 

Keyword : Kecelakaan Lalu Lintas, PT. Badak NGL

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/312/jiptummpp-gdl-s1-2009-winndyrifa-15572-Pendahul-n.pdf


Keywords


Kecelakaan Lalu Lintas; PT. Badak NGL; UMM