PROBLEMATIKA ANAK HOMESCHOOLING

PURBO WINDYARSIH

Abstract


Munculnya fenomena baru dalam dunia pendidikan yaitu methode alternative Homeschooling, yang merupakan salah satu pendidikan non formal. Homeschooling juga dapat memunculkan problem-problem bagi anak, yang melibatkan kognisi dan psikososial. Apabila kondisi yang anak-anak alami tidak dapat teratasi maka akan berdampak pada proses perkembangan dan perubahan-perubahan terjadi akibat dari proses belajar salah yang di tunjang oleh faktor lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggetahui bagaimana problematika yang dihadapi anak Homeschooling.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dimana peneliti mencoba menggambarkan fenomena atau kenyataan yang tampak. Peneliti menggunakan tujuh subyek yang menggikuti Homeschooling, tiga subyek laki-laki dan empat subyek perempuan dan berusia 6-12 tahun. Lokasi penelitian bertempat di Homeschooling Berkemas, yang dilakukan pada bulan November hingga bulan Desember. Teknik penggumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan obsevasi, dan data pendukung dari informan yang berasal dari keluarga terdekat dan tutor subyek.
Hasil penelitian secara garis besar menggambarkan bahwa anak-anak yang mengikuti Homeschooling menghadapi problem-problem yang berkaitan dengan kognisi atau belajar dan permasalahan psikososial yang sangat penting untuk diperhatikan. Dari ketujuh subyek hanya dua subyek yang termotivasi melihat saudaranya yang lebih dulu mengikuti Homeschooling dan ikut bergabung, sedangkan kelima subyek memiliki alasan sikap teman-teman disekolah dan sikap guru yang kurang bisa menghargai murid-murid serta tekanan prestasi di sekolah. Selain hal yang dirasakan anak-anak di sekolah adanya peran orang tua dalam menggambil keputusan menggalihkan anak-anak ke Homeschooling. Anak-anak yang mengikuti Homeschooling tunggal dan majemuk merasa kesepian karena belajar tanpa ada teman-teman, sedangkan untuk jenis komunitas merasa bosan dan jenuh karena hanya bertemu dengan beberapa teman-teman. Hasil kegiatan belajar di Homeschooling akan di laporkan dalam bentuk port folio.
Problem kognisi yang berkaitan dengan belajar mereka alami pada pelajaran non eksak yang kurang diminati oleh kelima subyek karena menurut mereka pelajaran tersebut sangat sulit di pahami dan di ingat karena membutuhkan konsentrasi dan perhatian khusus, sedangkan ke dua subyek merasa tidak ada kendala dalam hal pelajaran, dan menurut kedua subyek seluruh pelajaran memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dan harus dipelajari. Hubungan dengan lingkungan sosial menjadi lebih terbatas karena kegiatan belajar yang berbeda dengan teman-teman di lingkungan rumah. Rasa iri pada teman-teman yang bersekolah memunculkan Keinginan untuk bisa bersekolah lagi bukan untuk belajar melainkan untuk bertemu dan berkumpul bersama dengan teman-teman. Anak-anak Homeschooling merasa takut dan malu bila harus berhadapan dengan orang baru maupun lingkungan baru serta memiliki kecenderungan untuk menghindari masalah. Dengan mengikuti Homeschooling orang tua dapat lebih dekat dengan anak serta pihak orang tua dapat memantau segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak.

 

Keyword : Problematika, Anak Homeschooling

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/312/jiptummpp-gdl-s1-2009-purbowindy-15575-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Problematika; Anak Homeschooling; UMM