GANGGUAN LATAH (Studi Tentang Faktor Penyebab dan Kondisi Psikologis)

. KUSUMAWATI

Abstract


Perilaku latah adalah suatu ekspresi kaget (terkejut) sebagai akibat rangsang yang tiba-tiba dan mengejut yang diikuti dengan meniru gerakan (echophraxia) dan kata-kata (echolalia) orang lain secara spontan dan berulang-ulang yang berada di luar kendali. Ada penderita yang mengalami latah setelah bermimpi tentang alat kelamin pria, dipatuk ular, dan yang lainnya. Di samping itu, gangguan latah dapat muncul akibat upaya bawah sadar menekan keinginan-keinginan tertentu. Gangguan latah juga bisa muncul apabila yang bersangkutan memiliki kecemasan terhadap sesuatu tanpa ia sadari. Perilaku latah dapat membahayakan penderitanya. Selain penderita dapat mengalami penyakit jantung akibat seringnya dikejutkan, perilaku latah bisa juga mebahayakan orang lain dan juga lingkungan sehingga dapat menghambat aktivitas penderitanya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab, kondisi psikologis penderita latah serta upaya-upaya untuk mengatasi perilaku latahnya.
Penelitian ini melibatkan 3 subyek. Agar dapat memberikan gambaran mengenai latah, maka peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara semi terstruktur. Sedangkan teknik analisa datanya menggunakan analisa data kualitatif dan keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku latah dapat terjadi akibat seringnya subyek berinteraksi dengan orang-orang yang juga menderita latah, sehingga terjadi proses pengamatan. Di samping itu, penguat positif yang diberikan oleh orang-orang sekitarnya menyebabkan subyek cenderung mempertahankan perilaku latahnya. Pada awal latahnya, subyek merasakan ketidak nyamanan, sehingga mengupayakan untuk sembuh, akan tetapi karena upayanya tidak membuahkan hasil mereka akhirnya bisa menerima keadaan dirinya yang latah. Sedangkan upaya-upaya yang dilakukan, antara lain memakan jangkrik, melakukan shock therapy setiap hari Jum?at, bersikap judes supaya tidak diganggu, menggigit lidah agar tidak mudah latah, mengikuti terapi FGD, disiram dengan air bekas cucian perabot rumah tangga, meminum air yang sudah dijampi-jampi ataupun di do?a-do?a. Adapun upaya-upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil dalam mengatasi perilaku latah, disebabkan karena selain ada kecenderungan mempertahankan perilaku latahnya untuk mendapat perhatian, lingkungan juga kurang mendukung kesembuhan subyek, di samping itu juga disebabkan ketidak tahuan subyek mengenai cara penanganan yang benar yaitu dengan berkonsultasi kepada dokter atau ahli jiwa.

 

Keyword : Faktor Penyebab, Gangguan Latah, Kondisi Psikologis, Upaya-upaya

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/312/jiptummpp-gdl-s1-2009-kusumawati-15577-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Faktor Penyebab; Gangguan Latah; Kondisi Psikologis; Upaya-upaya; UMM