HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TENTANG SUSU FORMULA DENGAN INTENSI MEMBELI

AGUSTINA PROVITASARI

Abstract


Untuk beberapa saat masyarakat Indonesia telah dihebohkan kembali mengenai permasalahan dalam dunia kesehatan dengan penemuan bakteri Enterobacter Sakazakii (E. sakazakii) pada susu formula bayi dan makanan bayi oleh peneliti dari IPB (Institut Pertanian Bogor). Menjelang akhir bulan februari lalu, tim peneliti dari IPB mengumumkan hasil penelitian mereka tentang susu formula bayi dan makanan bayi yang dipasarkan antara bulan April hingga Juni 2006. Hasilnya, tim peneliti menemukan 22,73% dari 22 sampel susu formula dan 40% dari 15 sampel makanan bayi tersebut telah terkontaminasi bakteri E. Sakazakii. Hasil temuan IPB mengenai bakteri E. Sakazakii dalam susu formula bayi dan makanan bayi membuat masyarakat cemas dan resah yang begitu luar biasa. Apalagi, sampai saat ini merek susu formula yang diduga mengandung bakteri E. Sakazakii masih misterius. Pemberitaan tersebut dapat mempengaruhi persepsi konsumen tentang produk tersebut sehingga niatan untuk membeli produk juga akan berpengaruh. Adapun dilakukannya penelitian ini adalah untuk menguji secara empirik hubungan antara persepsi tentang susu formula dengan intensi membeli.
Dalam penelitian ini subjek penelitian yang digunakan adalah ibu-ibu yang mempunyai bayi yang membeli susu formula yaitu total keseluruhan subyek sebanyak 80 subyek yang terdiri dari 30 subyek untuk tryout dan 50 subyek untuk penelitian, yang diambil dengan teknik accidental sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala, ada 2 skala yang digunakan yaitu skala persepsi tentang susu formula dan skala intensi membeli yang disusun oleh peneliti sendiri, untuk metode analisis data dengan menggunakan teknik product moment dari Karl Pearson yang dibantu dengan program komputer SPSS 12.
Dari analisis data yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa (r) 0,725 dan (p) 0,000 maka dapat disimpulakan bahwa ada ada hubungan positif dan sangat signifikan antara persepsi tentang susu formula dengan intensi membeli. Artinya semakin positif persepsi ibu-ibu tentang susu formula maka semakin tinggi intensi membeli ibu-ibu terhadap susu formula, begitu pula sebaliknya semakin negatif persepsi ibu-ibu tentang susu formula maka semakin rendah intensi membelinya terhadap susu formula. Dari penelitian ini didapatkan juga ( ) sebesar 0,526 yang artinya sumbangan efektif persepsi tentang susu formula terhadap intensi membeli adalah sebesar 52,6%, dan sisanya sebesar 47,4% adalah faktor-faktor lainnya yang tidak dilibatkan dalam penelitian ini.

 

Keyword : Persepsi, susu formula, intensi membeli

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/312/jiptummpp-gdl-s1-2009-agustinapr-15581-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Persepsi; susu formula; intensi membeli; UMM