PROFIL KEPRIBADIAN REMAJA YANG MELAKUKAN TINDIK (BODY PIERCING)

PARAMYTA HAPSARI ASTOETI

Abstract


Tindik merupakan salah satu cara menghiasi tubuh dan penampilan. Tindik ini dilakukan dengan cara menggunakan alat yang tajam dan bisa dikatakan perilaku menyakiti diri sendiri. Idealnya tindik itu dilakukan oleh wanita sejak baru lahir di kedua telinganya sebagai identitas diri. Namun, sekarang tindik juga dilakukan oleh pria. Tindik sudah menjadi hal yang lumrah dan wajar di beberapa kalangan, meskipun tidak sesuai dengan norma masyarakat timur karena nantinya juga akan mempengaruhi kepribadian masyarakat. Apalagi perilaku tindik ini banyak dilakukan oleh para remaja. Seperti yang diketahui bahwa masa remaja itu sebagai masa mencari identitas diri, masih senang mencoba-coba segala hal dan lain-lain, sehingga mereka melakukan tindik lebih dari satu tindikan. Tentunya ini menjadi sesuatu yang khas dan unik pada diri mereka. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana profil kepribadian remaja yang melakukan tindik (body piercing) itu.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini yaitu remaja yang menggunakan tindik (body piercing) lebih dari satu tindikan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan tes psikologi yang berupa tes grafis dan wawancara. Untuk teknik pemeriksaan keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber.
Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa ketiga subyek yang melakukan tindik (body piercing) memiliki pola pikir yang kurang realistis. Mereka memiliki banyak keinginan namun mereka kurang yakin akan kemampuannya, kurang inisiatif, kurang daya cipta dalam melakukan segala usaha sehingga ini mengakibatkan tujuan hidup mereka masih belum jelas. Dalam menghadapi masalah, subyek mereka cenderung mudah frustrasi, mudah cemas, mudah merasa tidak aman dan kurang percaya diri. Ini juga berhubungan dengan problem solving yang mereka lakukan terhadap masalah yang dihadapi. Sebagian besar dari mereka, cenderung lari dari permasalahan yang ada sehingga masalah tidak terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu diketahui bahwa emosi mereka itu masih labil. Untuk penyesuaian dengan lingkungan sosialnya, sebagian besar remaja yang melakukan tindik itu kurang baik dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Selain itu, subyek juga kurang perduli atau acuh dengan lingkungan sekitarnya. Dalam keluarganya, ketiga subyek memiliki pola asuh yang bebas atau permisif. Selain itu, subyek YL memiliki keluarga yang broken home, subyek CC dan CE memiliki keluarga yang utuh dan lengkap hingga sekarang. Untuk lingkungan teman sebayanya, ketiga subyek memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Subyek YL lebih banyak memiliki teman karena ia sering tinggal di jalanan. Subyek CC dan CE sebagai mahasiswa juga memiliki banyak teman namun tidak sebanyak subyek YL. Ini bisa dikatakan mereka memiliki teman yang terbatas.

 

Keyword : Kepribadian, Remaja, Tindik

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/312/jiptummpp-gdl-s1-2009-paramytaha-15582-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Kepribadian; Remaja; Tindik; UMM