HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN SOSIAL DENGAN HARGA DIRI PADA REMAJA PENYANDANG TUNA RUNGU

Fenny Apriyawati N

Abstract


Setiap manusia lahir dalam keadaan fitrah. Namun, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan secara genetis terkadang mengalami hambatan, baik itu hambatan pertumbuhan dan perkembangan manusia yang bersifat genetis seperti cacat tubuh, retardasi mental dan gangguan psikologi lainnya. Bagi remaja penyandang tuna rungu hal ini dapat menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Masalah yang dimaksud bukan hanya dari segi medis saja, akan tetapi juga menyangkut masalah penyesuaian sosial dan harga diri. Penyesuaian sosial bagi remaja tuna rungu dalam kehidupannya adalah semata-mata untuk menyesuaikan diri agar dapat meningkatkan harga dirinya, serta mendapat dorongan dari orang lain atau lingkungannya. Apabila remaja tuna rungu tidak mampu melakukan penyesuaian sosial dengan baik maka akan mengalami hambatan atau konflik dalam setiap langkahnya dalam berhubungan dengan orang lain, kurang mampu menyesuaikan diri dan merasa dirinya tidak berharga. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan penyesuaian sosial dengan harga diri pada remaja penyandang tuna rungu.

Penelitian ini adalah penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyesuaian sosial dengan harga diri pada remaja penyandang tuna rungu. Populasi dalam penelitian ini adalah penyandang tuna rungu yang berada di SMPLB (Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa) dan SMALB (Sekolah Menengah Atas Luar Biasa) Eka Mandiri. Adapun sampel penelitan berjumlah 45 subjek. Teknik sampling yang dipakai adalah teknik sampel total. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan 2 skala yaitu skala penyesuaian sosial dan skala harga diri. Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi product moment dari Karl Pearson..

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan (r =0,752: p = 0,000) antara penyesuaian sosial dengan harga diri. Hal ini berarti bahwa makin baik penyesuaian sosialnya maka makin tinggi harga dirinya. Sebaliknya makin buruk penyesuaian soaialnya maka makin rendah harga dirinya. Adapun koefisien determinan variabel (r2) penyesuaian sosial terhadap harga diri adalah sebesar 0,566. Dengan demikian sumbangan efektif dari penyesuaian sosial terhadap harga diri sebesar 56,6% sedangkan sisanya sebesar 43,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti.

 

Keyword : Penyesuaian Sosial, Harga Diri, Remaja Tuna Rungu

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/313/jiptummpp-gdl-s1-2009-fennyapriy-15608-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Penyesuaian Sosial; Harga Diri; Remaja Tuna Rungu; UMM