PERNIKAHAN BEDA USIA JAUH (BUJ) (Studi tentang Latar Belakang, Permasalahan pernikahan, dan Coping Suami Lebih Muda dari Istri)

AINUL HAYATI

Abstract


Pernikahan merupakan satu peristiwa bersejarah dalam rentan kehidupan manusia, dimana sebuah pernikahan sudah sewajarnya diharapkan berlangsung hingga seumur hidup. Dalam memilih siapakah yang akan menjadi pendamping hidupnya, setiap orang tentu mempunyai pertimbangan khusus yang secara tidak langsung mempengaruhi perilaku memilih pasangannya. Mengenai hal tersebut, usia menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan oleh mereka yang ingin menikah, tidak hanya pada usia berapa mereka dibolehkan untuk menikah, melainkan juga pada perbandingan usia antara pria dan wanita tersebut. Meski bukanlah satu-satunya faktor yang harus dipenuhi, namun usia suami yang lebih tua dipercaya akan membawa pernikahan kearah yang lebih baik, mengingat suami sudah sepantasnya menjadi pemimpin dalam rumah tangga dan keluarga. Akan tetapi, pada kenyataanya, pernikahan dimana pria lebih muda dari istri semakin banyak dijumpai. Perbedaan usia diantara mereka pun semakin berfariasi, mulai 1-2 tahun, sampai lebih dari 15 tahun. Fenomena ini tentu menimbulkan banyak tanda Tanya, dan menjadi hal yang tidak hanya menarik untuk diperbincangkan, tetapi juga penting untuk dikaji dalam satu penelitian ilmiah. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahi faktor apasajakah yang melatarbelakangi seorang pria tertarik dan menikahi wanita yang jauh lebih tua, permasalahan pernikahan apasaja kah yang mereka hadapi, dan bagaimana coping suami atas permasalahan tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Adapun subjek penelitian yang digunakan adalah 2 orang pria yang menjalani pernikahan beda usia jauh dimana suami lebih muda dari istri. Dalam hal ini, keabsahan data diuji dengan menggunakan teknik Triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang melatarbelakangi seorang pria tertarik dan menikahi wanita jauh lebih tua diatasnya adalah karena karakter kepribadian yang kurang matang, identifikasi figure tertentu pada diri pasangan yang diharapkan, adanya keyakinan bahwa wanita yang lebih muda tidak dapat diandalkan dalam rumah tangga, serta kehadiran pasangan sebagai sosok yang memenuhi kebutuhan akan dimiliki dan dicintai (Belonging & Love) yang sempat terhenti. Adapun permasalahan pernikahan sebagai akibat dari perbedaan usia yang terlalu jauh dalam pernikahan BUJ ini, lebih dikarenakan perbedaan kematangan kepribadian, kesenjangan kondisi fisiologis, dan perbedaan minat perkembangan antara suami dengan pasangan. Ketiga hal tersebut, kemudian secara tidak langsung menimbulkan masalah tersendiri dalam pernikahan mereka. Menghadapi hal tersebut, suami yang jauh lebih muda ini kemudian cenderung menghindar, mengabaikan, dan menunjukan perrilaku pasif agresif.

 

Keyword : Pernikahan, Beda usia, suami lebih muda

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/313/jiptummpp-gdl-s1-2009-ainulhayat-15614-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Pernikahan; Beda usia; suami lebih muda; UMM