FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKNGI LAKI-LAKI MENERIMA DAN BERTAHAN DENGAN KEKERASAN DALAM PACARAN

MALAHATUL WARDIYAH

Abstract


Dalam sejarah umat manusia yang panjang, telah tercatat secara statistik bahwa laki-laki kerap menjadi pelaku kekerasan yang terjadi. Bahkan dalam hubungan interpersonalnya dengan lawan jenis, mulai dari sekedar hubungan interpersonal rumah tangga, bersahabat, bahkan berpacaran. Akan tetapi, keadaan seolah berbalik saat laki-laki ditemukan menjadi korban kekerasan, tepatnya dalam pacaran. Pacaran bukanlah pola hubungan yang mengikat atau harus bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan domestik satu sama lain, karena selain untuk melakukan penjajakan dan saling mengerti pribadi masing-masing calon pasangan hidup, pacaran adalah ajang untuk bersenang-senang, sehingga sangat ironis jika di dalamnya terdapat kekerasan, apalagi laki-laki yang selama ini identik dengan citra kuat, agresif, kasar, dan kompetitif menjadi korban di dalamnya, menerima begitu saja kekerasan tersebut, bahkan bertahan dengan hubungan pacarannya. Logikanya, laki-laki seharusnya bersikap menolak, membalas, atau bahkan memutuskan pacarnya, tetapi hal tersebut tidak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi laki-laki menerima dan bertahan dengan kekerasan dalam pacaran.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian menggunakan teknik wawancara untuk memperoleh data penelitian. Subyek penelitian adalah tiga orang laki-laki yang berstatus mahasiswa yang telah menjalani relasi pacaran lebih dari satu tahun dan mengalami kekerasan dalam pacaran. Adapun tekhnik pemeriksaan keabsahan datanya adalah dengan menggunakan triangulasi sumber, yaitu pacar dan sahabat subyek.
Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang melatarbelakangi laki-laki menerima dan bertahan dengan kekerasan dalam pacaran adalah (1) Faktor-faktor daya tarik interpersonal, terutama yang berkaitan imbalan atau keuntungan yang dipersepsikan, seperti rasa cinta, tidak adanya alternatif perempuan lain yang lebih baik, khayalan untuk memiliki keturunan yang serupa dengan pacarnya (cantik, pintar, dan terhormat), pengorbanan yang dianggap terlalu banyak, citra diri sebagai laki-laki yang ingin tetap dianggap baik (tidak mau dianggap pelit dan perhitungan), hingga keinginan agar terhindar dari karma, (2) Komitmen yang kuat dalam pacaran, yaitu ingin menikah dengan pacarnya, (3) Corak hubungan pada masa kecil dengan orang tua yang tidak ideal, dimana semasa kecilnya laki-laki sering menerima kekerasan dari orang tua, terlalu dikekang, tidak dipedulikan, bahkan tidak didengarkan pendapat dan keinginannya.

 

Keyword : Laki-laki, Menerima dan Bertahan, Kekerasan dalam Pacaran

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/313/jiptummpp-gdl-s1-2009-malahatulw-15616-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Laki-laki; Menerima dan Bertahan; Kekerasan dalam Pacaran; UMM