LATAR BELAKANG SUAMI MEMPERTAHANKAN PERKAWINAN (Studi Kasus Pada Suami Korban Perselingkuhan)

HEPI YUNIARTI

Abstract


Perkawinan merupakan suatu peristiwa yang penting dan sakral dalam kehidupan manusia, dan perkawinan pada dasarnya terdiri dari dua orang yang mempunyai kepribadian, sifat dan karakter, latar belakang keluarga dan problem yang berbeda satu sama lain sehingga tidak menutup kemungkinan adanya konflik. Salah satu konflik yang muncul adalah perselingkuhan. Perselingkuhan itu sendiri tidak hanya didominasi oleh para pria, tetapi juga wanita sehingga dalam perselingkuhan tidak menutup kemungkinan siapa yang berselingkuh, bisa suami ataupun istri. Jika istri berselingkuh maka perselingkuhan itu akan membawa dampak moral yang harus ditanggung suami karena masyarakat memang belum dapat mentoleransi keadaan itu, yaitu rasa malu dan harga diri yang rendah dimana kehormatannya sebagai laki-laki dan sebagai suami terancam, dan dipihak lain menahan penghinaan semacam itu dari masyarakat dan keluarga bukan hal yang mudah, maka suami akan merasa terperangkap dalam keadaan yang sangat sulit untuk dilakukan. Namun pada kenyataannya masih ada beberapa suami yang berusaha mempertahankan perkawinannya dengan istri yang berselingkuh. Jadi tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi suami tetap bertahan dengan perkawinannya dan bagaimana dinamika faktor yang melatarbelakangi suami tersebut bertahan.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, Metode penelitian menggunakan teknik wawancara untuk memperoleh data penelitian. Adapun subyek penelitian adalah dua orang suami yang istrinya berselingkuh lebih dari satu kali dengan pasangan selingkuh yang berbeda. keabsahan data dengan teknik triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang melatarbelakangi suami mempertahan perkawinanya dengan istri yang berselingkuh adalah karena merasa harapan terhadap perkawinanya telah terpenuhi dan hal itu merupakan rasionalisasi subjek terhadap konflik yang dihadapi. Selain itu, alasan yang lain yaitu keberadaan anak, standart keberhasilan dan kegagalan perkawinan, serta keyakinan subjek bahwa istri tidak berselingkuh dan hal itu merupakan mekanisme pertahanan subjek terhadap perselingkuhan istrinya dalam bentuk prngingkaran (Denial) dan karena perasaan takut terabaikan serta rasa Cinta.

 

Keyword : Suami,Mempertahankan perkawinan, perselingkuhan

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/313/jiptummpp-gdl-s1-2009-hepiyuniar-15618-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Suami; Mempertahankan perkawinan; perselingkuhan; UMM