HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN MENGHADAPI MASA BERAKHIRNYA KONTRAK KERJA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA KARYAWAN KONTRAK PADA PT. PLN KOTA MALANG

FEBRIANTI DWI K.

Abstract


Sejak dikeluarkannya kebijakan pemerintah (UUK No. 13 Tahun 2003) tentang ketenagakerjaan, banyak perusahaan yang lebih memilih karyawan kontrak melalui outsourcing daripada karyawan tetap. Secara material, seorang karyawan yang mengalami penghentian kontrak kerja akan kehilangan fasilitas ? fasilitas yang diperoleh sewaktu masih bekerja, termasuk di dalamnya adalah penghasilan (gaji), tunjangan ? tunjangan, sarana dan kesempatan kesempatan untu pengembangan karier. Sementara dari motif sosial maka seseorang akan kehilangan status, baik status jabatan atau pekerjaan maupun status sosialnya termasuk di dalamnya dalah kedudukan, penghormatan atau pengakuan orang atas kemampuannya, kemegahan tempat kerja, pandangan masyarakat atas kesuksesannya, dan lain ? lain. Dalam riilnya, kondisi seperti ini menjadi permasalahan bagi tenaga kerja atau karyawan kontrak, karena jaminan sebagai karyawan hanya sampai dengan akhir kontrak perjanjian kerja yang telah ditentukan. Hal ini akan berpengaruh pada prestasi kerja dalam instansinya.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini mengunakan teknik statistik yaitu teknik korelasional. Adapun populasi yang dipakai adalah karyawan kontrak yang ada di yang ada PT. PLN Kota Malang dengan jumlah 70 karyawan kontrak. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan teknik total sampling. Sedangkan metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala dengan jenis skala likert. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi Product Moment.
Berdasarkan hasil analisa data yang diperoleh, diketahui nilai koefisien korelasi (r hitung) = 0,064 dan nilai (P) = 0,599. Ini berarti bahwa ada hubungan positif yang tidak signifikan antara kecemasan dengan motivasi karyawan kontrak yang menghadapi penyelesaian kontrak kerja. Artinya bahwa apabila kecemasan tinggi, maka motivasi berprestasi rendah akan tetapi hubungan yang dimiliki tidak signifikan.. Sedangkan kecemasan memberikan sumbangan yang efektif dengan koefisien determinan sebesar r2 = 0,0040 (4%) terhadap motivasi berprestasi, sedangkan sisanya sebesar 96 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

 

Keyword : Kecemasan, Motivasi Berprestasi, Karyawan Kontrak

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/314/jiptummpp-gdl-s1-2009-febriantid-15679-1.PENDAH-N.pdf


Keywords


Kecemasan; Motivasi Berprestasi; Karyawan Kontrak; UMM