HUBUNGAN PENERAPAN NILAI BUDAYA ORGANISASI DENGAN SAFETY BEHAVIOR PEKERJA

DONNY JAYA PRAMADA

Abstract


Budaya organisasi merupakan bagian yang besar didalam sebuah perusahaan. Karena budaya organisasi juga membentuk perilaku para karyawan, sehingga perusahaan perlu menerapan nilai budaya organisasi kepada para karyawan dengan maksud untuk membentuk perilaku pekerja. Penerapan nilai budaya organisasi dimaksudkan menerapkan segala peraturan maupun kebiasaan-kebiasaan yang ada pada perusahaan sehingga membentuk perilaku yang diinginkan perusahaan. Sedangkan safety behavior adalah segala bentuk perilaku untuk menghindari ataupun mengurangi kecelakaan kerja seperti bekerja sesuai standar operational procedur (SOP), mematuhi peraturan kesehatan keselamatan kerja (K3) dan memakai alat pelindung diri (APD). Berdasarkan pemikiran tersebut peran karyawan dalam menghindarkan dirinya dari kecelakaan kerja juga sangat besar dengan cara mempersepsi positif dalam menerapan nilai budaya organisasi yang dilakukan oleh perusahaan. Penerapan nilai budaya organisasi yang tinggi akan membuat para pekerja menjadi safety behavior tinggi saat bekerja.
Variabel dalam penelitian adalah variabel bebas dan terikat. Dimana penerapan nilai budaya organisasi sebagai variabel bebas dan safety behavior sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Indo Muro Kencana Straits, Kal-Teng. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala penerapan nilai budaya organisasi dan skala safety behavior. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan sampel berjumlah 60 orang. Validitasnya menggunakan korelasi product moment sedangkan reabilitasnya menggunakan alpha cronbach. Sedangkan analisa datanya menggunakan t-score.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan sangat signifikan antara penerapan nilai budaya organisasi terhadap safety behavior pekerja dengan nilai koefisien korelasi (r) = 0,529 dan probabilitas kesalahan (p) = 0,000. Artinya pada karyawan yang memiliki penerapan nilai budaya organisasi yang tinggi ditemukan juga safety behavior yang tinggi, begitu pula sebaliknya. Sementara penerapan nilai budaya organisasi terhadap safety behavior sebesar 27,9%, sedangkan sisanya sebesar 72,1% berasal dari variabel lain yang tidak diteliti. Saran Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menyempurnakan dan memperkaya penelitian dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda dan menggunakan variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti seperti gaya kepemimpinan, iklim perusahaan dan komitmen organisasi.

 

Keyword : Penerapan Nilai Budaya Organisasi, Safety Behavior

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/314/jiptummpp-gdl-s1-2009-donnyjayap-15685-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Penerapan Nilai Budaya Organisasi; Safety Behavior; UMM