HUBUNGAN KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN (Myers-Briggs Type Indicator) DENGAN BURNOUT PADA KARYAWAN

FITRIA ULFADEVI

Abstract


Salah satu persoalan yang muncul berkaitan dengan diri individu di dalam menghadapi tuntutan organisasi yang semakin tinggi dan persaingan yang keras di tempat kerja karyawan adalah stress. Orang yang mengalami stress menjadi tidak normal, baik jiwa maupun perilakunya. Stress yang dialami individu dalam jangka waktu yang lama dengan intensitas yang cukup tinggi akan mengakibatkan individu yang bersangkutan menderita kelelahan baik fisik ataupun mental. Keadaan ini disebut dengan burnout, yaitu kelelahan fisik, mental dan emosional yang terjadi karena stress yang diderita dalam jangka waktu yang cukup lama, di dalam situasi yang menuntut keterlibatan emosional yang tinggi. konsekuensi dari terjadinya burnout adalah memburuknya hubungan si pekerja dengan rekan kerja yang lain dan pada kadar yang tinggi bisa menciptakan gangguan hubungan intrapersonal. Dilihat dari konsep pengembangan karir, gangguan ini bisa menimbulkan "career paralys" (kelumpuhan). Burnout dengan kadar yang tinggi bisa menciptakan gangguan hubungan antara kita dengan pekerjaan. Yang umum terjadi, burnout menurunkan perhatian kerja dan kemampuan dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk menuntaskan pekerjaan.Akibatnya adalah, kinerja yang dihasilkannya rendah.Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi individu dalam memilih strategi yang akan digunakan untuk menghadapi stressor yang mengancamnya. Salah satunya faktor kepribadian, oleh karena itu peneliti peneliti tertarik untuk meneliti Hubungan Karakteristik Kepribadian (Myers-Brigg Type Indicator) dengan Burnout.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain non eksperimental. Sebagai variabel terikat adalah burnout dan variabel bebas adalah karakteristik kepribadian (Myers-Briggs Type Indicator).Subyek penelitian yang digunakan yaitu karyawan kantor KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaaan Negara dan Lelang) X DJKN (Direktorat Jendral Kekayaan Negara) Surabaya dan Sidoarjo, total keseluruhan subyek sebanyak 100 subyek untuk penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling, untuk metode analisis data dengan menggunakan teknik regresi berganda dengan 4 prediktor yang dibantu dengan program computer SPSS 11.0
Berdasarkan analisa data dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara karakteristik kepribadian (Myers-Briggs Type Indicator) dengan burnout pada karyawan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kanwil X DJKN Surabaya. Hal ini dapat ditunjukkan dengan hasil koefisien regresi (F) = 23.272 dan sig = 0.000 dengan sumbangan efektifitas sebesar 49,5 %, dimana Judging, (20.319%), Ekstravesi (18.847), Thinking (14.538 %) dan Sensing (-4.213).

 

Keyword : Karakteristik Kepribadian, Myers-Briggs Type Indicator, Burnout

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/314/jiptummpp-gdl-s1-2009-fitriaulfa-15689-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Karakteristik Kepribadian; Myers-Briggs Type Indicator; Burnout; UMM