HUBUNGAN ANTARA SELF CONTROL DENGAN PERILAKU BERBAHAYA PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. TEPIN MALANG

. FEBRIANNISA

Abstract


Seiring dengan berkembangnya dunia industri, dunia kerja selalu dihadapkan pada tantangan-tantangan baru yang harus bisa diatasi bila perusahaan tersebut tetap ingin eksis. Masalah yang selalu berkaitan dan melekat dengan dunia kerja sejak awal dunia industri dimulai adalah timbulnya kecelakaan kerja. Penyebab kecelakaan yang paling besar prosentasenya adalah perilaku yang dilakukan manusia yang disebut dengan perilaku berbahaya. perilaku berbahaya adalah perilaku yang beresiko dan menyimpang dari peraturan kinerja keselamatan yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Selain itu self control seseorang juga dapat mempengaruhi perilaku berbahaya. Dimana self control merupakan kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa kearah konsekuensi positif.
Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian produksi di PT. TEPIN Malang yang berjumlah 148 orang. Sedangkan sampel dari penelitian ini berjumlah 40 orang, yang diambil dengan menggunakan teknik incidental sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah skala. Ada dua skala yang digunakan yaitu, self control dan skala perilaku berbahaya. sedangkan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi product moment.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara self control dengan perilaku berbahaya pada karyawan dengan nilai koefisien korelasi (r) = -0, 560 dan probabilitas kesalahan (p) = 0,000. Artinya pada karyawan yang memiliki self control yang tinggi maka perilaku berbahaya yang dilakukan akan rendah, begitu pula bila self control karyawan rendah maka perilaku berbahaya akan semakin tinggi. Selain itu self control memberikan sumbangan efektif terhadap perilaku berbahaya sebesar 31,4 %, sedangkan sisanya sebesar 68,6 % berasal dari variabel lain yang tidak diteliti.

 

Keyword : Self Control, Perilaku Berbahaya

 

Related Link : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/318/jiptummpp-gdl-s1-2009-febriannis-15875-1.+PENDA-N.pdf


Keywords


Self Control; Perilaku Berbahaya; UMM