Cover Image

Rancang Bangun Monitoring Kualitas Udara Berbasis Logika Fuzzy

Bella Firdania Izza, Muhammad Irfan, Novendra Setyawan

Abstract


Kualitas udara di lingkungan kerja dipengaruhi oleh pencemaran udara yang bermula dari sumber bergerak maupun tidak bergerak. Bahaya dari pencemaran udara timbul dalam bentuk yang bervariasi dan berdampak terhadap kesehatan manusia. Oleh sebab itu perlu dilakukan monitoring logika keputusan dalam mengetahui baik, buruk dan berbahaya kualitas udara. Pada penelitian ini digunakan control fuzzy sebagai metode untuk merancang alat kualitas udara. Variabel input yang digunakan yaitu suhu, CO, CO2 dan variabel output yaitu Fan dan AirCooler. Hasil eksperimental menunjukkan kondisi overshoot yaitu kualitas udara berbahaya menghasilkan nilai konsentrasi CO sebesar 6,6 ppm dan CO2 401 ppm dengan suhu 28o C. Kondisi overshoot merupakan puncak konsentrasi gas CO dan CO2 telah memenuhi ruangan. Kemudian konsentrasi gas tersebut terus menurun hingga kondisi menjadi steady-state yaitu kualitas udara baik yang menghasilkan nilai konsentrasi CO sebesar 0 ppm dengan suhu 27 oC dan CO2 sebesar 101 ppm dengan suhu 28o C. Penurunan dapat terjadi karena saat kondisi overshoot, kipas dan air cooler bekerja secara maksimal untuk mengurangi konsentrasi CO dan CO2. Sehingga fuzzy dapat mengembalikan kualitas udara berbahaya menjadi kualitas udara baik selama beberapa detik.


Kata kunci: Kualitas Udara, Control Fuzzy, Suhu (DHT-11), CO (MQ-7) dan CO2 (MQ-135)

 

Keywords


Kualitas; Udara; Control; Fuzzy; Suhu; (DHT-11); CO; (MQ-7); dan; CO2; (MQ-135)

Full Text:

DOWNLOAD PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Bella Firdania Izza, Muhammad Irfan, Novendra Setyawan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.